Breaking News:

Harmoni Yakin Jadi Pilihan Masyarakat, Ini Alasannya

Paket Harmoni yakin masyarakat NTT akan menjatuhkan pilihan kepada Paket Harmoni.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Ferdinandus Leu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Benny K Harman (BKH) - Benny A Litelnoni dengan Tagline Paket Harmoni yakin masyarakat NTT akan menjatuhkan pilihan kepada Paket Harmoni.

Sampai dengan kampanye putaran ketiga ini, Paket Harmoni mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Baca: Kapolres Ende Sebut Situasi di Wilayah Tugasnya Aman

Hal ini disampaikan Sekretaris Tim Koalisi Kebhinekaan, Ferdinandus Leu kepada POS- KUPANG.COM, Minggu (20/5/2018).

Menurut Ferdinandus, selama kampanye putaran tiga, Paket Harmoni semakin yakin bahwa masyarakat pemilih, terutama yang ada di desa-desa, lebih percaya dan mendukung Paket Harmoni.

"Keyakinan itu kami dapatkan bukan dari sekedar pernyataan-pernyataan para tokoh masyarakat yang kami temui di kampung-kampung. Tetapi dari ketulusan hati masyarakat saat penerimaan saat kami kampanye," kata Ferdinandus.

Dijelaskan, selama pertemuan-pertemuan dialogis, pihaknya mengkonfirmasi bahwa kekuatan utama Paslon nomor urut 3 adalah pada kepribadian kedua figur calon dan pada program-program yang kami siapkan.

"Bahkan di banyak tempat kami dibuat tercengang dengan pernyataan masyarakat bahwa aura pemimpin hanya ada pada paslon nomor urut 3.

Ada yang bilang dari foto paslon yang termuat di baliho, stiker, dan brosur, mereka amati dan aura pemimpin hanya ada pada paslon nomor urut 3," katanya.

Sedangkan soal saksi, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT ini mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan-persiapan.

"Kami Partai Demokrat NTT baru saja menggelar Rakerda, di Kupang, 17 Mei 2018 lalu. Salah satu agenda Rakerda adalah pemantapan saksi -saksi TPS. Dalam waktu dekat kami akan lakukan pembekalan saksi," ujarnya.

Sedangkan soal jumlah saksi, Ferdinandus mengatakan, jumlah saksi yang disiapkan sesuai ketentuan dan kebutuhan normal, yakni dua orang per TPS. Bahkan pihaknya, sama sekali tidak terpengaruh dengan rumor yang berkembang bahwa ada yang menyiapkan saksi sampai 50 orang per TPS.
"Silakan saja. Tetapi menurut saya, selain mengada-ada, menyiapkan saksi dalam jumlah besar per TPS patut dicurigai sebagai modus politik uang," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved