Sam Aliano Laporkan Facebook dan Youtube ke Bareskrim Polri. Terkait Tayangan Konten Cara Buat Bom.

Sam Aliano akan melaporkan media sosial YouTube ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Sam Aliano Laporkan Facebook dan Youtube ke Bareskrim Polri. Terkait Tayangan Konten Cara Buat Bom.
Tribunnews.com/ Abdul Qodir
Ketua Umum Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano, didukung pengacara Egi Sudjana yang kembali melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Senin (6/2/2017). 

POS-KUPANG.COM -- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano akan melaporkan media sosial YouTube ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, lantaran beberapa kontennya mengajarkan cara membuat bom.

Sam juga akan melaporkan Facebook dan Telegram.

Hal itu dilakukan Sam, karena merasa geram dengan aksi teroris yang mengorbankan warga sipil dan aparat kepolisian beberapa waktu terakhir.

"Saya akan melaporkan perusahan itu ke Bareskrim Polri. Saya akan buat Facebook dan YouTube baru khusus milik negara Indonesia," kata Sam melalui keterangan pers, Sabtu (18/5/2018).

Politikus muda tersebut menilai media sosial tersebut berperan besar dalam mendukung kegiatan teroris. Dengan bantuan YouTube, katanya, teroris dapat membuat bom sendiri.

Baca: LIVE STREAMING Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Markle. The Royal Wedding 2018

Baca: Real Madrid Ngebet Datangkan Pemain Keturunan Filipina Ini

Baca: Tak Masuk 200 Nama Muballigh Rilis Kementrian Agama Rilis, Ini Jawaban Cerdas Ustaz Abdul Somad!

Baca: BTS YAHUT! Ini 7 Prestasi Fake Love Milik BTS Hanya Dalam Hitungan Jam Setelah Rilis

Baca: JANGAN LEWATKAN! Prakiraan Susunan Pemain PSM vs Borneo FC Malam ini

"Mereka memfasilitasi teroris untuk belajar buat bom sendiri, ini sunguh sangat berbahaya," ujar Sam.

Pria keturunan Turki yang ingin maju di Pilpres 2019 tersebut meminta YouTube dan Facebook serta Telegram segera angkat kaki jika tidak mau ikut aturan yang ada di Indonesia, yakni memblokir konten-konten yang membahayakan warga.

Karena, konten-konten yang ada di situs-situs tersebut sangat membahayakan Indonesia.

Apalagi, tuturnya, perusahaan-perusahaan itu mendapat keuntungan triliunan rupiah setiap hari dari Indonesia, dan uang tersebut lari ke luar negeri, sedangkan Indonesia tidak dapat apa-apa, hanya dapat kejahatan teror bom. 

Baca: Ledakkan Bom di Indonesia, Kenapa ISIS Tak Mau Serang Israel? Ini Alasannya . . . Huh!

Sam Aliano (Wahyu Aji/Tribunnews.com)

Ingin Jadi Donald Trump Indonesia

Ketua Umum DPP Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano, menyatakan siap maju menjadi calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Dirinya berjanji akan menjadi seperti Donald Trump jika terpilih menjadi Presiden Indonesia pada tahun 2019 mendatang.

Namun, Sam menegaskan dia tidak akan menjadi Donald Trump-nya Amerika Serikat yang suka mengusir agama orang lain. Dia berjanji akan merangkul semua warga Indonesia.

Baca: WOW! Syahrini Tampil Dengan Celana Sobek-sobek, Ternyata Harganya Cuman Segini Gaez. . .

Baca: Pangeran Hary dan Meghan Tuntut Setiap Tamu Undangan Pernikahan Beli Kado Ini

Baca: POPULER: Misteri Sosok Wanita Nekat Masuk ke Rumah Terduga Teroris Hingga Keanehan Pada Motornya

"Saya akan jadi Donald Trump-nya Indonesia yang baik, merangkul semua agama dalan Negara Kesatuan Republik Indoensia, bukan Donald Trump-nya Amerika yang mengusir agama orang," kata Sam, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Sabtu(18/5/2018).

Sementara terhadap aksi teror yang menelan korban warga sipil dan aparat Kepolisian di Surabaya dan Riau, Sam mengutuk keras.

Dia juga menyampaikan rasa dukacitanya yang mendalam terhadap korban dari aksi kejam teroris tersebut.

"Saya mengutuk keras aksi teror kejam yang dilakukan teroris, dan juga turut berdukacita bagi para korban bom," kata Sam. (tribunnews.com)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved