IKA Lembata Gelar Seminar Budaya, Ini Para Pematerinya

Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Lembata menggelar seminar budaya yang mengusung tema "Aku" Dalam Pusaran Budaya Lamaholot.

IKA Lembata Gelar Seminar Budaya, Ini Para Pematerinya
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana seminar budaya yang digelar IKA Lembata di Aula Kopdit Ankara, Sabtu (19/5/2018) petang. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Lembata menggelar seminar budaya yang mengusung tema "Aku" Dalam Pusaran Budaya Lamaholot. Seminar itu menampilkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Feliks Sanga dan Dr. Wara Sabon Dominikus.

Seminar yang berlangsung di Aula Kopdit Ankara, Lewoleba itu dihadiri Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan sejumlah pejabat di daerah itu, juga Camat Nubatukan, Stanislaus Kebesa Langoday bersama staf.

Baca: Ini Identitas Orang yang Diamankan Anggota Polres Ngada

Pada sesi pertama seminar itu menampilkan pembicara Dr. Wara Sabon Dominikus. Dosen muda dari Undana Kupang tersebut membeberkan Etnomatematika dalam budaya Lamaholot.

Dalam sesi ini Dominikus mengungkapkan matematika dalam budaya lamaholot yang terwujud dalam semua sendi kehidupan masyarakat.

Dalam pertanian ada matematika, saat menenun ada matematika, dalam kehidupan adat budaya, termasuk urusan adat istiadat seperti membelis seorang wanita ketika hendak menikah juga ada matematika.

Itu artinya, lanjut Dominikus, sejak zaman dahulu kala, orang Lamaholot telah hidup bersama kehidupan matematika. Matematika telah membudaya dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, orang Lamaholot tak punya bentuk tulisan dalam matematika.

"Ada hitungan tou, rua, telo, pat, lema, nemu, pito, buto, hiwa, pulo (angka satu sampai sepuluh) tapi tak ada angka yang menunjukkan bilangan tersebut. Itu karena orang lamaholot tak mengenal huruf kecuali tutur lisan," ujar Dominikus.

Begitu juga dalam urusan adat istiadat, lanjut dia, ketika seseorang hendak menikah maka pasti berhadapan dengan urusan adat istiadat, urusan belis. Urusan ini ada nuansa matematikanya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved