Harga Jagung di Kabupaten Malaka Hanya Rp 2.500 Per Kilogram
Kondisi ini membuat petani sulit mengandalkan jagung sebagai komoditi yang menambah sumber keuangan dalam keluarga.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan REPORTER POS KUPANG.COM, TENY JENAHAS
POS- KUPANG.COM| BETUN--Harga jagung di Kabupaten Malaka saat ini masih sangat rendah yakni Rp 2.500 per kilogram. Kondisi ini membuat petani sulit mengandalkan jagung sebagai komoditi yang menambah sumber keuangan dalam keluarga.
Hasil jagung semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga. Berbeda dengan komoditi padi. Padi bisa diolah menjadi beras sehingga harganya lebih tinggi dan petani bisa melakukan bisnis beras.
Baca: Kosmas D. Lana Ajak Warga Leguderu Gunakan Hak Pilih Saat Pilkada Serentak
Baca: Yaspem Lakukan Pengukuhan Pengurus
Warga Weliman, Petrus Seran dan Yosep Manek mengatakaan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (19/5/2018). Mereka mengatakan, petani menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan, bukan berorientasi bisnis. Sebab di daerah yang tidak memiliki sawah, petani mengandalkan jagung.
Hasil jagung yang diperoleh dalam satu musim disimpan untuk kebutuhan pangan selama satu tahun. Jagung jarang dijual karena harga sangat rendah.
Baca: Buruan! Ada Tes Pegawai Honor, Peluangnya di Kabupaten Ini
Baca: Aduh! Puluhan Pemuda Berkumpul di Salah Satu Rumah Warga, NTT. Ada Apa?
Menurut Manek, harga beli jagung di tingkat petani saat ini berkisar Rp 2.500 per kilogram. Harga jagung biasanya naik pada musim tertentu atau pancaklik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jagung-rpm-malaka1_20180310_202244.jpg)