Akhiri Masa Tugas September 2018, Ini Pesan Bupati Titu Eki

Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki, yang kini memimpin Kabupaten Kupang, akan mengakhiri masa tugasnya paling lambat September 2018.

Akhiri Masa Tugas September 2018, Ini Pesan Bupati Titu Eki
PK/ENOL AMARAYA
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayon

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki, yang kini memimpin Kabupaten Kupang untuk periode kedua, akan mengakhiri masa tugasnya paling lambat September 2018.

Walaupun telah berakhir masa tugas, dirinya meminta warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar warga karena kedepan akan dilaksanakan hajatan politik sehingga warga harus menjadikan setiap hajatan politik yang bermartabat.

Baca: Komisi III DPRD TTS Akan Panggil Manajemen PT Tuamolo Makmur

Bupati Titu Eki pada saat membuka kegiatan Pagelaran Seni Budaya yang digelar KPU Kabupaten Kupang, Kamis (17/5/2018) petang, mengatakan, dalam batas normal seharusnya dirinya mengakhiri masa tugas pada Maret 2019.

Dengan pelaksanaan pilkada serentak ini maka secara resmi paling lambat September 2018 dirinya meletakan jabatan bupati.

Terkait dengan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Kupang, dirinya mengapresiasi terhadap KPU yang selama ini melaksanakan hajatan politik pilkada berjalan aman, lancar dan sukses.

Untuk itu, sukses 10 tahun sebelumnya itu harus tetap dipertahankan pada pilkada 2018 ini.

"Memang wilayah Kabupaten Kupang sangat luas sebanding Provinsi Bali. Seluruh warga tinggal bukan kota walaupun Oelamasi sekalipun. Ini kampung tapi biar kita kampung tapi jangan kampungan dalam berperilaku. Orang anggap kita orang kampung tapi kampung yang bermartabat dalam penyelenggaraan pemilu," katanya.

Menurutnya, setiap pelaksanaan hajatan politik sering ada gangguan karena partai satu dengan partai lain mulai menggosok. Kalau sudah saling gosok maka ikutannya saling mencacimaki.

Untuk itu dirinya berharap hal itu tidak boleh terjadi di Kabupaten Kupang. Seluruh warga menjaga pilkada bermartabat.

"Walau orang pakai ilmu apa saja gelap dan terang, kalau ada cacimaki anggap itu ujian.Hidup kita ibarat angin ditiup kesana kemari. Jaga pilkada yang bermartabat. Kita jangan terkipas. Tebarkan senyum walau dicacimaki," pinta Titu Eki. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved