Willem Bilang Para Lansia Harus Keluar dari Gua-Gua Pertapaan
enceritakan tentang seorang perempyan berusia 78 tahun yang menjadi guide di Singapura, tapi semangatnya luar biasa.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG. COM | KUPANG -- UPT Budi Agung, Dinas Sosial Provinsi NTT memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke-22.
Bertemakan "Lansia Sejahtera Masyarakat Bahagia", kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Willem Foni, yang ditandai dengan tepuk tangan bersama, di Halaman UPT Budi Agung, Jumat (18/5/2018).
Willem dalam sambutannya mengatakan pra lansia dan lansia yang ada di tempat ini telah memberikan bobot yang baik dalam kebersamaan. Minimal di dalam lingkungan tugas masing-masing, keluarga dan komunitas.
"Bila ada hal yang harus diperbaiki mari kita perbaiki bersama. Karena kita manusia biasa yang melaksanakan tugas-tugas kenabian yang ditugaskan kepada kita," tuturnya.
Ia menyampaikan dr widyadiningrat dalam keadaan tua masih memimpin sidang-sidang yang panjang hingga malam hari dimana membutuhkan psikologi dan ketahanan fisik yang kuat. Maka semua lansia mempunyai fisik yang kuat, maka bisa terjawab tema hari inu yaitu "Sejahtera dan Bahagia" makin berguna dan berkualitas di masa tua.
Willem menegaskan dan mengajak untuk para lansia agar meneguhkan komitmen kebersamaan, meskipun sudah tua.
Ia juga menceritakan tentang seorang perempyan berusia 78 tahun yang menjadi guide di Singapura, tapi semangatnya luar biasa.
"Ia mempromosikan dengan bangga negaranya Singapura kepada kita. Ia membawa keliling para tamu. Saat hujan turun, kita pakai payung, dia tidak. Kita batuk pilek, dia tidak batuk padahal tidak pakai payung. Itu semua karena spiritnya jauh lebih besar dari ketahanan fisik," tuturnya.
Secara institusi, lanjutnya, ada kelembagaan di Kemensos, Provinsi, Kabupaten/Kota, UPT-UPT dan mitra-mitra pendamping lansia serta organisasi yang menyelenggarakan ini. "Tentu kohesi seperti ini berkumpul. Sudah tua jangan terlalu tinggal di dalam rumah harus keluar. Kegiatan ini dibuat agar keluar dari gua-gua pertapaan masing-masing. Mari jaga Republik ini, meski sudah lansia harus tetap punya semangat dan spirit. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak," terangnya.
Ia juga mengajak semuanya untuk menggalakkan kebersamaan. Jangan sampai terhasut dengan peristiwa di luar NTT. Karena itu bukan berkaitan dengan agama tapi per orangan.(*)
Baca: Perempuan Muda ini Ungkap Pengalamannya Jadi Budak Seks ISIS Selama 3 Tahun, Diperkosa 7 Pria!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kadis-sosial-ntt_20180518_153026.jpg)