Breaking News:

TPDI Soroti Kebijakan Titip Napiter di LP dan Rutan di NTT

Kondisi itu dikhawatirkan bisa memudahkan dan memperkuat penyebaran sel-sel jaringan teroris di NTT.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
The Guardian
Ilustrasi penjara. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Kementerian Hukum dan HAM RI dan Pimpinan Polri perlu meninjau kembali kebijakan menempatkan sejumlah napi teroris (napiter) sebagai titipan di sejumlah Lembaga Pemasyarakat (Lapas ) dan Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah NTT.

Kondisi itu dikhawatirkan bisa memudahkan dan memperkuat penyebaran sel-sel jaringan teroris di NTT.

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia(TPDI) ,Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima Pos Kupang, Jumat (18/5/2018).

Menurut Selestinus, pemerintah perlu mempertimbangkan penitipan napiter pada sejumlah Lapas dan Rutan di NTT. Kondisi tersebut, diduga bisa memperkuat penyebaran sel-sel jaringan teroris di NTT.

Baca: Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa di SBD Menangis Dalam Membacakan Surat Pembelaannya

Baca: Memasuki bulan puasa dan lebaran, Indosat memberikan Promo bagi pelanggannya.

"Bisa saja upaya itu melalui dan atau atas nama kunjungan keluarga atau relasi dari para napi teroris atau melalui pergaulan sesama napi di dalam Lapas. Penyebaran ideologi kekerasan di dalam Lapas sangat mungkin terjadi secara leluasa karena NTT jauh dari akses kontrol pusat dan kontrol publik," kata Selestinus.

Dijelaskan, keberadaan napiter di sejumlah Lapas dan Rutan di NTT baru diketahui masyarakat NTT setelah Gubernur NTT Frans Lebu Raya memberi komentar kepada beberapa media masa di Kupang tanggal 15 Mei 2018.

Saat itu, Frans Lebu Raya,  meminta agar Kepala BIN, Polri dan Petugas di Lapas dan Rutan di NTT yang terdapat napiter agar dipantau dan diawasi secara ketat dalam setiap kunjungan keluarga agar NTT tidak terganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat akibat keberadaan napiter tersebut. Itu berarti kebijakan penitipan napiter di NTT dilakukan secara tertutup tanpa diketahui masyarakat NTT.

Sebelumnya ditemui Pos Kupang pada Minggu (15/5/2018), Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyebutkan sejumlah Lapas atau Rutan di NTT yang mendapat titipan adalah Lapas di Kupang, Rutan Sumba Timur, Sumba Barat dan Atambua.

"Karena itu kita minta, Gubernur NTT, Kapolda NTT dan Kanwil Kemenkum-HAM segera mengambil langkah menarik kembali titipan napiter di Lapas-Lapas atau Rutan di NTT karena masuknya sejumlah oknum teroris di NTT diduga kuat berhubungan dengan keberadaan napiter di NTT saat ini sebagai titipian dan berpotensi mengganggu kerukunan hidup beragama di NTT," katanya.

Dia menyarankan, sejumlah napiter yang ada di sejumlah Lapas dan Rutan di NTT segera pulangkan ke Lapas Jakarta dan/atau Lapas Nusakambangan.(*)


Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved