Antisipasi Terorisme, Warga Kupang Tertibkan Kontrakan dan Kos-Kosan

Ketua RW 008 Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, mengecek beberapa kos-kosan mahasiswa dan kontrakan.

Antisipasi Terorisme, Warga Kupang Tertibkan Kontrakan dan Kos-Kosan
POS KUPANG/WILI SUNI
Ketua RW bersama warga sedang menertibkan salah satu kos-kosan yang dianggap mengganggu kenyamanan warga untuk beristirahat pada malam hari

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Wili Suni 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ketua RW 008 Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, mengecek beberapa kos-kosan mahasiswa dan kontrakan. Proses pemantauan ini dilakukan malam tadi, sekitar pukul 00.15 WITA di seputaran wiliayah RW 008, RT 019, Kelurahan-Kecamatan Kelapa Lima, Jumat (18/5/2017).

Proses pemantauan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi indikasi terorisme yang sedang marak di Indonesia. Dalam pantauan ini, ketua RW bersama jajarannya menemukan beberapa kos-kosan yang dihuni melebihi standar kapasitas kamar.

Di salah satu kos-kosan, ditemukan beberapa pemuda sedang duduk bersama di dalam salah satu kamar kos-kosan putri. Sebanyak empat orang pemuda dan dua pemudi.

Baca: Pengadaan Aplikasi Pelayanan Pajak Online Sudah Selesai Tender

Baca: Kemesraan Ini Jangan Cepat Berlalu, Begini Kisahnya!

Ketua RW 008 Kelurahan Kelapa Lima, John Lay, dalam pantauannya, menegaskan batas waktu berkunjung di setiap kos-kosan di wilayahnya. Sesuai aturan, waktu berkunjung yang telah disepakti bersama warga dan para pemilik kos hanya sampai pukul 22.30 WITA setiap hari.

"Kami menemukan para pemuda itu sedang berada di dalam kamar kos seorang mahasiswi. Kosan ini adalah kos putri,  yang artinya setiap laki-laki dewasa dan remaja hanya diperbolehkan duduk di teras kos dan hanya sampai pukul 22.30 WITA. Lebih dari itu, pemilik dan penghuni kos wajib menyuruh pulang tamu, apalagi tamu itu adalah seorang pria remaja dewasa", tegas John.

John Lay juga menegaskan, bahwa saat ini sedang marak terjadi kasus terorisme di Indonesia dan yang mereka lakukan adalah tugas serta kewajiban aparatur wilayah. Ini merupakan bentuk kewaspadaan dari mereka untuk menghindari terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan warga.

"Kami menjalankan tugas kami. Sasaran kami adalah kos dan rumah kontrakan di wilayah ini. Setiap tamu yang berkunjung di atas batas waktu berkunjung kami minta untuk pulang tanpa alasan apapun. Kita ingin wilayah ini aman dari semua bentuk ancaman teror", lanjutnya.

Semua kita perlu waspada. Ancaman apapun bisa terjadi sesewaktu, apabila kita lengah. Warga masyarakat di sini tidak menginginkan kejadian buruk menimpa mereka. Oleh sebab itu, warga bersama pimpinan wilayah berusaha semaksimal mungkin melakukan antisipasi terjadinya gangguan sosial yang merambat ke mana-mana, ke setiap warga. (*)

Penulis: Wilibrordus Kau Suni
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved