Warga Malaka Mengutuk Keras Pelaku Teroris
Warga Kabupaten Malaka mengutuk keras pelaku teroris karena tindakan mereka mengorbankan nyawa warga Indonesia baik polisi maupun warga sipil.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM | BETUN - Warga Kabupaten Malaka mengutuk keras pelaku teroris karena tindakan mereka telah mengorbankan nyawa warga Indonesia baik polisi maupun warga sipil.
Tindakan teroris berupa pemboman di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat dan tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur merupakan tindakan yang tidak manusia dan juga sebagai ancaman memecah belah bangsa Indonesia.
Untuk itu, warga Malaka memberikan pernyataan sikap untuk memerangi segala bentuk teroris di Indonesia. Menjaga kedamaian Indonesia serta mendukung pemerintahan Jokowi agar memberantas semua aksi teroris di bumi pertiwi Indonesia.
Pernyataan sikap ini disampaikan beberapa orator saat aksi damai 1.000 lilin di Lapangan Umum Betun, Malaka, Selasa (15/5/2018), yakni Yance Seran, Novri E. Nabu, Pisto dan Simon Leto.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, ratusan warga Malaka berkumpul di lapangan umum Betun sejak pukul 17.00 Wita. Mereka membakar lilin sebagai tanda berkabung atas peristiwa pemboman di Mako Brimob dan tiga gereja di Surabaya.
Usai membakar lilin, warga menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Padamu Negeri dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Berkhmans Nahak.
Aksi damai berjalan aman dan lancar yang dijaga aparat keamanan. Aksi selesai pukul 19.00 Wita.
Aliansi bersama yang melakukan aksi damai bakar lilin di Malaka yaitu, kalangan mahasiswa, organisasi mahasiswa, para pemuda, aktivis, tokoh perempuan dan organisasi profesi lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/aksi-damai-bakar-1000-lilin-yang-dilakukan-warga-malaka-di-lapangan-umum-betun_20180515_202139.jpg)