Murid TK Beraksi di Acara Storytelling yang Digelar Dinas Kebudayaan NTT. Ini Atraksinya

memperkenalkan dan mengajarkan/menamkan kepada anak-anak sejak usia dini tentang kebudayaan adat, istiadat, dan memperkenalkan benda peninggalan

Murid TK Beraksi di Acara Storytelling yang Digelar Dinas Kebudayaan NTT. Ini Atraksinya
pos kupang.com, ferry ndoen
Kadis Kebudayaan NTT, Drs. Sinu Petrus Manuk pada acara lomba Storytelli, di aula Museum Kupang, Selasa (15/5/2018) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Kebudayaan Provinsi NTT sukses menyelenggarakan kegiatan Storytelling tingkat PAUD dan Taman Kanak-kanak se Kota Kupang dan sekitarnya.

Kegiatan Storytelli dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Sinun P Manuk dan dihadiri perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, utusan Kepala UPTD PAUD Provinsi NTT.

Juga hadir, Sekretaris Dinas Kebudayaan Prov NTT, Drs. Thomas M Kolin, Penanggungjawab Kegiatan Kabid. Kepurbakalaan dan Permuseuman, Fransiskus Sales, SPd, MM, Kabid Keseniaan dan Bahasa, Eldi Angi, pejabat esalon 4 dan seluruh staf Dinas Kebudayaan NTT.

Ketua Panitia Kegiatan Storytelling Ibu Kristin Gero didukung Kepala Seksi Cagar Budaya, Ibu Ayu, Ibu Rosalima Dida Kasi Pengkajian dan koleksi.

Yolen Kasubag Umum dan Keuangan, Ibu Ani PDE, serta bendahara Kale Kaja dan Ibu Desy Cristoforus, Andre Oematan (desainer), staf Dinas Kebudayaan, orangtua PAUD dan TK dan pengujung lain serta peserta yang hadir total sekitar 500 lebih orang.

Kegiatan Storytelling dalam memeriahkan Hardiknas yang telah dilaksanakan tanggal 2 Mei lalu.

"Tujuan Storytelling adalah memperkenalkan dan mengajarkan/menamkan kepada anak-anak sejak usia dini tentang kebudayaan adat, istiadat, dan memperkenalkan benda-benda peninggalan zaman dahulu, masa kini dan akan datang yang tersimpan rapih di Museum Kupang Dinas Kebudayaan NTT," jelas Fransiskus Sales, Selasa (15/5/2018).

Menurut Frans Sales, makna kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan adat istiadat tetapi ada nilai-nilai karakter luhur, membetuk jati diri yang menjadi base/fundamen penopang empat kerangka pilar kehidupan berbangsa dan bernegara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ada tiga dimensi yang menjadi fundamen yaitu Bidang Budaya, Bidang Pendidikan dan Bidang Olahraga. Ketiga bidang tersebut terkait erat menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, menjadi kerangka penopang empat pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved