BREAKING NEWS: Dicurigai Bom, Sebuah Kardus Besar Ditemukan di Depan Stasiun Palmerah Jakarta

Sebuah kotak kardus dicurigai berisi bom ditemukan di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

BREAKING NEWS: Dicurigai Bom, Sebuah Kardus Besar Ditemukan di Depan Stasiun Palmerah Jakarta
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
Suasana di depan Stasiun Palmerah yang ditutup karena diduga ada bom, Selasa (15/5/2018). 

Menurutnya, kekuatan bom pipa terduga teroris ini terlihat dari ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Tito menganggap, bom pipa yang dirakit justru memakan sang tuan rumah.

Ia menambahkan ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo termasuk "Ini (ledakan) Rusunawa ada sistem. Senjata makan tuan," paparnya.

Baca: Kisah AKBP Roni Faisal, Polisi yang Tanpa Rasa Takut Menyelamatkan Anak Usai Bom Meledak

"Kita melihat bahwa bom yang digunakan bermacam-macam, meskipun bentuknya hampir sama yaitu pakai pipa tapi ada yang ditambah kan," urainya seraya mengemukakan bahan peledak berjenis bubuk putih ini merupakan peroksida aseton.

"Turunannya dapat meledak hanya karena terkena panas, gesekan atau goncangan. Bukan hanya karena tombol dipencet," ungkapnya.

Disebutkan dalam laman The Sun, mother of satan berbentuk bubuk putih dan memiliki bau seperti pemutih yang khas.

Turunan eksplosif pertama kali ditemukan pada tahun 1895 oleh Richard Wolffenstein.

Bahan peledak kelas tinggi ini tidak mengandung nitrogen, secara historis membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.

Hal ini juga terjadi saat Richard Reid menyelundupkan mother of satan di penerbangan Amrican Airlines dari Paris ke Miami pada 2001 lalu.

Sangkal Jebolan Suriah

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved