Bom di Surabaya

Bomber Surabaya Belum Lunasi Uang Kontrakan Rumah. Kunjungi Ibu Sebelum Ledakkan Bom Bunuh Diri

Mengontrak dua tahun seharga Rp 32 juta tapi baru dibayar sekitar Rp 16 sampai Rp 20 juta.

Bomber Surabaya Belum Lunasi Uang Kontrakan Rumah. Kunjungi Ibu Sebelum Ledakkan Bom Bunuh Diri
jatim.tribunnews.com
ilustrasi pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya dan akibat ledakan yang ditimbulkan 

"Alamat asal kita juga kurang tahu, tapi dulu pernah dengar dari Ponorogo, benar enggaknya saya kurang tahu pasti," terang dia.

Begitu juga dengan pekerjaan Tri Murtono, Ahmat juga tidak mendapatkan informasi terlalu banyak.

Setahu Ahmat, Tri Murtiono selama ini menjadi pengusaha etalase perabotan rumah tangga.

Soal istri Tri Murtono, Tri Ernawanti, Ahmat sedikit banyak mengenal karena sudah lama menjadi tetangganya.

"Dia orangnya baik, suka menyapa juga kalau lewat," ungkap Ahmat.

Menurut dia Erna jarang mengunjungi rumah ibunya di Jalan Krukah Selatan.

Rumah istri pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya beralamat di Krukah Selatan XIB, Surabaya, Senin (14/5/2018).
Rumah istri pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya beralamat di Krukah Selatan XIB, Surabaya, Senin (14/5/2018). (Surya)

"Tapi memang Erna dan keluarga juga jarang ke sini sejak pindah rumah. Pindahnya juga kami enggak tahu di mana, soalnya mereka pindah-pindah," terang dia.

Ditambakan, Erna memiliki tiga orang anak, secara berurutan dari yang paling tua ada Daffa (18), Dery (14), dan Aisyah (7).

Daffa baru kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya, sementara Dery masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, ada pun si kecil masih kelas tiga sekolah dasar.

Meski jarang mengunjungi rumah orangtuanya, Erna dan dua anaknya tadi pagi sebelum kejadian mengunjungi rumahnya.

"Tapi tadi pagi sekitar pukul tujuh pagi Erna ke sini mas, dia sama anak pertamanya (Daffa), menjemput Aisyah naik motor matic pink," terang dia.

Menurut dia saat berangkat Erna membawa satu tas ransel warna hitam.

"Bawa ransel hitam, tapi enggak tahu itu isinya apa," ucap dia.

Dalam kasus ini ada 10 orang menjadi korban, empat di antaranya anggota kepolisian, yakni Bripda M Taufan, Bripda Rendra, Aipda Umar, Briptu Dimas Indra.

Sementara enam orang warga sipil adalah pengunjung, yakni Atik Budi Setya Rahayu, Raden Adi Ramadan, Ari Hartono, Ratih Astri Rahmah, Eli Ramida, Ainur Rofik.  (TRIBUN JATIM/TRIBUN JAKARTA)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved