Gubernur NTT Frans Lebu Raya Tanggapi Pernyataan Ketua Komisi V DPR Fary Francis Soal Pencitraan

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya akhirnya memberi tanggapan atas komentar dari Ketua Komisi V DPR RI, Fary Dj Francis.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya Tanggapi Pernyataan Ketua Komisi V DPR Fary Francis Soal Pencitraan
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
PANTAU - Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis , Ewalikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Kepala Balai Jalan Nasional Bambang memantau genangan air di Jalan Timor Raya, Jumat (23/2/2018) malam. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com,Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya akhirnya memberi tanggapan atas komentar dari Ketua Komisi V DPR RI, Fary Dj Francis.

Fary sempat menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang ada sebagai sebuah penciteraan.

"Mari kita orang NTT menghargai kinerja Pak Jokowi yang telah beri perhatian bagi daerah ini," ujar Lebu Raya ketika ditemui di Kantor Gubernur NTT, Minggu (13/5/2018).

Baca: Fary Djemy Francis Nilai Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan, Belum Ada Manfaatnya

Lebu Raya dimintai tanggapan atas pernyataan Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis, yang sempat menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang ada merupakan sebuah penciteraan.

Menurut Lebu Raya, semakin banyak orang tentu penilaian berbeda pula.

"Bagi saya, justru saat ini pemerintahan Pak Jokowi juga telah perhatikan wilayah NTT. Pemerintahan pak Jokowi banyak sekali membangun infrastruktur di daerah ini," kata Lebu Raya.

Baca: Kisah Bayu Mengingatkan Kita pada Riyanto yang Menyelamatkan Gereja dari Bom di Malam Natal

Dia menjelaskan, beberapa infrastruktur yang telah dibangun saat pemerintahan Presiden Jokowi, antara lain, membangun tujuh buah bendungan di NTT, membangun tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di perbatasan NTT -Tomor Leste.

"Ada jalan-jalan yang semakin bagus, bahkan sejumlah infrastruktur di daerah ini. Bagi saya ini bukan pencitraan.
Karena kalau beliau bangun dengan pencitraan itu, bukan harus di NTT atau di Papua, tetapi di Pulau Jawa yang memiliki jumlah penduduk atau pemilih yang besar atau banyak," katanya.

‎Dikatakan, tentu seluruh masyarakat NTT mengakui atau mengetahui bahwa pak Jokowi sudah delapan kali datang ke NTT.

Baca: VIDEO: Wajah Keluarga Terduga Pelaku Bom 3 Gereja di Surabaya, Foto dari Pihak Kepolisian

Ditanyai, mungkin pernyataan itu ada kaitannya dengan momen politik di tahun 2018 ini, ia mengatakan, memang boleh, jika di momen politik ada seperti itu, tapi harus bisa melihat secara jernih.

Sebagai elite, lanjutnya, tugas pemerintah adalah bagaimana mencerdaskan masyarakat. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved