Bom di Surabaya

Korban Bertambah Hingga Beredar Rekaman CCTV, Padma Desak Polri Tindak Tegas Provokator

PADMA Indonesia menyatakan duka nasional dan dunia untuk para korban teroris baik di Jakarta maupun di Surabaya.

TRIBUNNEWS
Ledakan bom bunuh diri di GKI Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

POS-KUPANG.COM - Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia desak Polri segera memproses hukum Provokator-provokator yang memanfaatkan agama dan politik untuk memecahbelah NKRI.

Pernyataan ini disampaikan Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa terkait ledakan bom di sejumlah gereja di Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Menurut Gabriel, ada beberapa sikap dari Lembaga PADMA Indonesia terkait teror bom ini antara lain:

Pertama, menyatakan Duka Nasional dan Dunia untuk para korban teroris baik di Jakarta maupun di Surabaya.

Kedua, mengutuk keras tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan para teroris.

Ketiga, mendesak Negara untuk menindak tegas terhadap para teroris karena mereka adalah pelanggar berat HAM!

Keempat, mendesak Polri  untuk menindak tegas dan memproses hukum Provokator-provokator yang memanfaatkan agama dan politik untuk memecahbelah NKRI atas nama kebebasan berpendapat yang menjurus fitnah dan sumpah serapah bukan kritik yang konstruktif untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca: Mahasiswa Asal NTT Robertus V. Ditu Jalani Operasi di RS International. 9 Orang Tewas

Diberitakan sebelumnya Mahasiswa bernama Robertus V. Ditu ini menjadi korban bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel.

Robertus adalah Mahasiswa Fakultas Teknik/Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.

Dia adalah mahasiswa asal Manggarai yang saat ini berada di semester VIII dan sedang menjalani tugas akhir.

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved