Fary Djemy Francis Nilai Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan, Belum Ada Manfaatnya

Pembagunan infrastruktur yang sedang dipercepat oleh pemerintah dinilai belum banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Fary Djemy Francis Nilai Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan, Belum Ada Manfaatnya
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis , Ewalikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Kepala Balai Jalan Nasional Bambang memantau genangan air di Jalan Timor Raya, Jumat (23/2/2018) malam. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pembagunan infrastruktur yang sedang dipercepat oleh pemerintah dinilai belum banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis, pembangunan infrastruktur justru hanya menjadi ajang pencitraan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi kontestasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Baca: Pelaku Penikaman terhadap Bripka Marhum Prencje Hingga Tewas Ternyata Mahasiswa

Pencitraan tersebut, kata Fary, terlihat dari banyaknya pemberitaan tentang pembangunan infrastruktur yang muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik. Padahal, bila dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu besar.

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017). Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km yang telah siap dioperasikan.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017). Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km yang telah siap dioperasikan. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun.

Kemudian pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4 triliun.

Sementara pada 2017 anggaran yang diberikan di bawah 50 persen dari usulan Rp 209 triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui.

Baca: Brimob Asal NTT Bripka Prencje Tewas Ditusuk, Begini Kata-kata Perpisahan Putranya

Terakhir pada tahun ini (2018), dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.

"Jadi kalau dikatakan bahwa ini di media, di koran, banyak sekali pengeluaran infrastruktur itu, pembangunannya yang banyak, atau beritanya yang banyak?" tuntas Fary. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Komisi V DPR Anggap Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan", https://properti.kompas.com/read/2018/05/11/190829721/ketua-komisi-v-dpr-anggap-pembangunan-infrastruktur-hanya-pencitraan.

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved