Wow! Sengketa Waris Tempati Urutan Kedua Terbanyak Ditangani Mahkamah Agung

Sengketa waris menempati urutan kedua terbanyak yang ditangani Mahkamah Agung (MA).

Wow! Sengketa Waris Tempati Urutan Kedua Terbanyak Ditangani Mahkamah Agung
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Diskusi hak waris di Fakultas Hukum Undana Kupang, Rabu (9/5/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wow! Sengketa Waris Tempati Urutan Kedua Terbanyak Ditangani Mahkamah Agung (MA).

Hal ini dikatakn Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara, SH, sebelum diskusi komprehensif bedah kasus perdata hak waris, Rabu (9/5/2018) di Fakultas Hukum Undana Kupang.

Diskusi ini digelar oleh LBH APIK NTT bersama Fakultas hukum undana Kupang dan dihadiri akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, advokat, dan pemerhati anak NTT serta LBH APIK NTT.

Ansi mengatakan, hak waris masih merupakan masalah serius yang dihadapi di Indonesia.

Hukum online dalam melakukan penelusuran terhadap putusan Mahkamah Agung (MA), menunjukkan bahwa kasus hak waris merupakan kasus kedua terbanyak yang ditangani oleh MA (http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt50d27ef9e87cd/perkara-waris-tempati-nomor-dua).

"Dari 670 kasus perdata agama yang ditangani MA tahun 2011, sengketa perkawinan menduduki urutan pertama dengan total kasus sebanyak 504 (75%) dan sengketa waris berjumlah 134 kasus atau 20%," kata Ansi.

Ansi menambahkan, masalah waris juga merupakan masalah yang sangat penting dan selalu menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam hukum Islam.

"Karena masalah hak waris selalu ada dalam setiap keluarga dan masalah waris ini rentan dengan konflik di masyarakat akibat pembagian yang dianggap kurang adil atau ada pihak-pihak yang dirugikan," kata Ansi.

Peliknya persoalan waris, membuat pihak aparat penegak hukum (APH) harus jeli dan cermat dalam melihat setiap kasus hak waris, agar keadilan yang diharapkan oleh para pencari keadilan dapat terpuaskan.

Halaman
12
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved