Ketua Panwaslu Ende: Masyarakat Harus Berani Lapor Pelanggaran Pilkada Ke Panwaslu Ende

Namun begitu mau ditindaklanjuti biasanya tidak ada yang ingin menjadi saksi

Ketua Panwaslu Ende: Masyarakat Harus Berani Lapor Pelanggaran Pilkada Ke Panwaslu Ende
POS KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua Panwaslu Kabupaten Ende E.Saga Joka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM|KUPANG-Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ende Esterlina Saga Joka meminta masyarakat harus berani jika ingin melaporkan kecurangan dalam pelaksanaan tahapan pilkada.

" Harus berani kalau mau lapor. Dan disertai dengan identifas yang lengkap baik terlapor maupun pelapor karena memang aturan. Harus lengkap identitas, bukti pelanggaran dan saksi-saksinya," kata Ester saat ditemui di Bandara Eltari Kupang, Selasa (8/5/2018).

Ester manambahkan, selama ini orang tidak ingin untuk menjadi saksi. Padahal, laporan mengenai kecurangan ataupun pelanggaran tahapan pilkada ada. Namun begitu mau ditindaklanjuti biasanya tidak ada yang ingin menjadi saksi.

" Ada yang melapor perusakan alat peraga kampanye. Jadi mereka lebih memilih menyelesaikan melalui jalur kekeluargaan," kata Esterlina.

Berkaitan dengan saksi, kata Esterlina, menurut aturan, satu saksi belum dikatakan saksi. Begitupun dengan saksi. Menurutnya, saksi juga harus lebih satu saksi.

Baca: Tak Peduli dengan Klakson Mobil, Pria Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri di Tiang PJU

Baca: Suzuki Akan Launching All New Ertiga, Dihadiri Artis Pendukung Indonesian Idol

" Kalau sesuai dengan aturan, satu saksi, itu belum dikatakan saksi. dan satu bukti juga belum dikatakan bukti bukan bukti. Artinya saksi dan bukti harus lebih dari satu," kata Esterlina.

Selama ini tambah Esterlina, belum ada laporan mengenai pelanggaran pilkada baik yang panwas menemukan langsung maupun dari laporan masyarakat.

" Hanya orang bawa isu. setelah kita telusuri tidak ada. Kalau laporan harus ada identitas lengkap. Baik terlapor maupin pelapor harus jelas," tandas Esterlina.

Berkaitan dengan keterlibatan ASN dalam pikada, Ester menjelaskan, kebanyakan ASN di Kabupaten Ende sudah mengetahui regulasi sehingga enggan untuk terlibat.

" Sebagai warga masyarakat, mereka punya hak untuk mendengar. Tidak berperan tapi sebagai pendengar pasif," kata Esterlina. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved