Bulog Atambua Himpun 28 Ton Beras Petani Lokal

Sebaliknya jika harga beras dan gabah turun, Bulog juga melakukan upaya agar harga dinaikan kembali

Bulog Atambua Himpun 28 Ton Beras Petani Lokal
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambu, Simon M. Lakapu 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Sampai dengan Mei 2018, Perum Bulog Sub Divre Atambu, Kabupaten Belu sudah menghimpun 28 ton beras dari petani lokal di wilayah kerja Bulog Atambua yakni, Belu, Malaka dan TTU.

Pembelian beras petani lokal ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan dan juga menjaga stabilitas harga beras dan gabah di tingkat petani. Hal ini sesuai Inpres nomor 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah.

Hal itu dikatakan Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambu, Simon M. Lakapu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (9/5/2018).

Baca: Tak Kunjung Hamil, Wanita ini Suruh Suaminya Cari Wanita Lain, Tak Disangka Begini Akhirnya

Baca: Ketua Panwaslu Ende: Masyarakat Harus Berani Lapor Pelanggaran Pilkada Ke Panwaslu Ende

Menurut Lakapu, jika harga beras dan gabah terlalu naik, Bulog akan menstabilkan harga dengan kegiatan operasi pasar. Sebaliknya jika harga beras dan gabah turun, Bulog juga melakukan upaya agar harga dinaikan kembali sehingga petani mendapat keuntungan.

Ditanya soal penyaluran beras sejahtera (rastra) Lakapu mengatakan, Bulog Atambua sudah menyalur rastra triwulan dua (TW 2).

Pagu untuk Kabupaten Belu sebanyak 212.700 ton per bulan untuk disalurkan bagi 14.180 keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk Kabupaten Malaka, pagu per bulan sebanyak 209.520 ton untuk 13.968 KPM. Pagu untuk Kabupaten TTU per bulan sebanyak 326.925 ton untuk 21.795 KPM. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved