Miris! Tak Punya Tenda, Penjual Garam di Oebelo Duduk di Bawah Terik Matahari.

Garam yang ia jual, dimasukan ke dalam anyaman daun lontar berbentuk tabung setinggi kira-kira 15 sentimeter dan dijual dengan harga Rp 10 ribu

Miris! Tak Punya Tenda, Penjual Garam di Oebelo Duduk di Bawah Terik Matahari.
pos kupang.com, lexy manafe
Sarci Masneno saat berjualan garam di Oebelo, Senin (7/5/2018 

Dari berjualan garam, sedikit demi sedikit uang yang didapat Sarci dan suaminya digunakan untuk biaya sekolah anak mereka hanya sampai tingkat SMA.

Wanita asal Oekaboti, salah satu desa di kabupaten Kupang, NTT ini, berharap agar pemerintah membantu penjual garam dengan membangun koperasi di tempat usaha mereka.

"Saya harap pemerintah bisa bantu kami bangun koperasi garam di sini supaya kami tidak lagi menjual garam ke pasar atau jual di pinggir jalan seperti begini lagi," keluhnya.

Ia berharap agar dengan adanya koperasi di sana, mereka bisa langsung menyetorkan garam ke koperasi tersebut sehingga mereka tidak perlu bersusah payah berjualan.

Bukan hanya itu saja, ia juga berharap agar pemerintah terkait bisa menyiapkan rak garam sebagai tempat berjualan baginya.

"Pemerintah pernah bagi-bagi rak gratis, tapi saya tidak dapat. Saya tidak tau alasannya apa. Mereka hanya daftar nama saya saja, tidak pernah kasih rak," ungkap wanita yang mengaku tak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar ini. (*)

Baca: Aneh, di Lembata Ada Gunung Bisa Minum Coca Cola

Penulis: Lexy Manafe
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved