Kantor Wilayah DJBC Wilayah Bali, NTB NTT Kekurangan Kapal Patroli, Begini Alasannya

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Bali, NTB NTT masih kekurangan fasilitas kapal patroli untuk wilayah NTT.

Kantor Wilayah DJBC Wilayah Bali, NTB NTT Kekurangan Kapal Patroli, Begini Alasannya
FOTO/TENI JENAHAS
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Bali, NTB NTT, Syarif Hidayat.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Bali, NTB NTT masih kekurangan fasilitas kapal patroli untuk wilayah NTT.

Saat ini kantor bea dan cukai hanya memiliki satu unit kapal kecil dengan ukuran 10 meter saja yang beroperasi di wilayah Maumere. Kapal yang sudah ada itu tidak mampu berlayar ke wilayah laut yang dalam.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB NTT, Syarif Hidayat, saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com terkait peningkatan pengawasan lalulintas barang lintas negara, Selasa (8/5/208).

Baca: Wah, Ternyata Ada Belasan Avokat Gadungan Beroperasi Tanpa Izin di Maumere

Baca: Artis Ngebor Inul Daratista 3 Hari Enggak Ketemu Anak Tunggalnya, Begini Alasannya

Menurut Hidayat, kendala yang dialami Kantor Bea dan Cukai adalah keterbatasan sarana kapal operasi di wilayah NTT. Saat ini kantor bea dan cukai hanya memiliki satu unit kapal yang panjangnya hanya 10 meter. Kapal ini hanya berfungsi untuk mengecek kapal-kapal asing di sekitar pangkalan atau di pinggir.

"Kendala kita adalah kapal operasi. Kapal kita hanya panjang 10 meter sehingga tidak mampu berlayar ke tengah," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, Kantor Bea dan Cukai sudah mengusulkan pembangunan pangkalan operasi di Maumere yang dilengkapi kapal-kapal besar sehingga bisa mengkover wilayah Atambu. Usulan itu sudah disetujui dan saat ini sedang dalam proses pembuat struktur organisasinya.

Menurut Hidayat, untuk Kantor Bea dan Cukai Atambua memiliki 120 personil yang tersebar di pos-pos pengawasan seperti Motaain, Motamasin dan Wini. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved