Kabupaten Ende Alokasikan Dana ADD Tahun 2018 Sebesar Rp 186 Miliar

sebelumnya dana sempat tertahan karena belum ada Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum untuk penyaluran dana desa.

Kabupaten Ende Alokasikan Dana ADD Tahun 2018 Sebesar Rp 186 Miliar
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kadis PMD Kabupaten Ende, Yohanes Nislaka

Laporan REPORTER POS KUPANG, Romoaldus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE--Pada tahun 2018 pemerinyah menyalurkan dana sebesar Rp 186 Miliar untuk alokasi dana desa di Kabupaten Ende yang tersebar pada 255 desa.

Saat ini dana desa tersebut sudah disalurkan. Setelah sebelumnya sempat tertahan karena belum ada Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum untuk penyaluran dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Ende, Yohanes Nislaka mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (8/5/2018) ketika dikonfirmasi mengenai proses penyaluran dana desa bagi desa-desa di Kabupaten Ende yang sebelumnya sempat tertahan karena belum ada Perbup.

Nislaka mengakui bahwa dana desa atau ADD untuk desa-desa di Kabupaten Ende memang sempat tertahan karena belum ada Perbup. Namun setelah dikeluarkanya Peraturan Bupati Ende (Perbup) yang menjadi dasar hukum bagi pencairan dana desa maka dana yang sempat tertahan akhirnya dicairkan.

Baca: 5.995 Hektar Lahan di Manggarai Barat Ditanami Jagung

Baca: Kekurangan Tenagan, TNI Kasih Cara Panen Padi Supaya Cepat Selesai di Atambua

Nislaka mengatakan, terlambatnya proses pencairan dana desa di Kabupaten Ende selain karena soal Perbup juga ada regulasi dari pemerintah pusat yang meminta agar 30 persen dari dana desa yang ada harus dipergunakan untuk padat karya.

Masyarakat sehingga dengan demikian masyarakat bisa langsung merasakan menfaat dari dana desa tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Salah satu tujuan dari dana desa adalah memberdayakan masyarakat desa baik lewat proyek padat karya maupun usaha kecil menengah yang ada di desa.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada para kepala desa agar dapat memenfaatkan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya sehingga dengan demikian dana yang ada benar-benar bermafaat bagi warga desa.

Menurut Nislaka , hendaknya berbagai kasus yang menimpa beberapa kepala desa di Kabupaten Ende ataupun diluar daerah dapat dijadikan pelajaran bagi kepala desa dan perangkat desa lainnya untuk mengelola dana desa secara baik dan benar sehingga dana yang ada bisa bermenfaat bagi kehidupan masyarakat di desa.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala desa di Kabupaten Ende yang telah memenfaatkan dana desa sesuai dengan peruntukannya.

Baca: Coba 3 Fashion Item Agar Tampilan Monochrome-mu Makin Sempurna!

Baca: Permohonan Eksekusi Lahan Lusitada Sudah Dikirim, Alat Berat Sudah Siap

Hal tersebut selain sebagai bentuk kesadaran dari para kepala desa untuk memenfaatkan dana desa agar tidak bermasalah secara hukum juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepala desa kepada masyarakat.

Nislaka mengatakan bahwa saat ini sudah era transparan maka tidak ada alas an bagi para kepala desa coba-coba melakukan penyelewengan dana desa karena bagaimanapun cepat atau lambat akan diketahui oleh public maupun aparat penegak hukum.

“Lihat saja ketika ada proses pembangunan yang menyimpang seperti jalan atau jembatan public langsung merespon dengan mengaploudnya di media social dan hal tersebut akan diketahui secara umum dan bukan tidak mungkin juga akan direspon oleh aparat penegak hukum. Hal yang sama juga tidak mentup kemungkinan dengan dana desa,”kata Nislaka.

Nislaka meminta agar desa sebelum dipergunakan hendaknya direncanakan secara baik dengan semua komponen yang ada di desa sehingga dana desa yang ada benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved