Tunggu 3 Tahun, Juragan Roti di Maumere Akhirnya Dibui 4 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Tunggu 3 tahun, juragan roti di Maumere akhirnya dibui 4 tahun dan denda Rp 200 juta.

Tunggu 3 Tahun, Juragan Roti di Maumere Akhirnya Dibui 4 Tahun dan Denda Rp 200 Juta
IST
Eksekusi terdakwa kasus Toko Roti Kaegi, Budhy Swardy (baju kaos) ke Rutan Maumere di Pulau Flores, Jumat (4/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Masih ingatkah kasus perbudakan di  Toko  Roti Budhi Kaegi di  Jalan  Kesekuit,  Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau  Flores  tahun  2015 silam.

Pemilik toko roti,  Budhi  Swardy,  terjerat kasus perdagangan manusia (human  trafficking)  dijatuhi  putusan  kasasi Mahkamah Agung (MA) RI dengan  empat  tahun penjara dan  denda Rp  200  juta subsider  tiga bulan  kurungan.

Terdakwa   telah dieksekusi  Kejaksaan Negeri  (Kejari)  Maumere ke  Rumah Tahanan Negera (Rutan) kelas II B Maumere, Jumat siang  (4/5/2018).

Baca: Heboh! PNS Kelurahan Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah

Baca: Ulat Tentara Pernah Serang Bawang Warga Sumlili, Bagaimana Tanda-Tandanya?

Baca: VIDEO : Heboh! Pria ini Lihat Buaya Merayap di dalam Air, di Pantai Cafe Tebing Kupang

Baca: Ibu-Ibu Hamil Rentan Kena Malaria, Ayo Lakukan Tips untuk Cegah Digigit Nyamuk

“Yang bersangkutan (terdakwa Budhy Swardy)  terbukti  melakukan pelanggaran UU ketenagakerjaan yang putusannya  telah berkekuatan hukum tetap,” kata  Kepala Kejaksaan Negeri  Maumere, Azman  Tanjung, S.H,  kepada POS-KUPANG.COM, Senin  (7/5/2018).

Kasus  human  trafficking ini mengorbankan  delapan  pekerja  usia anak 14, 15,  18 dan  18  tahun  dan  dua pekerja  dewasa berusia  20  tahun.

Halaman
123
Penulis: Eugenius Moa
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved