Ini Kronologi Selfi Tse, TKW Asal TTS yang Dianiaya Majikan Sampai Berangkat ke Malaysia

Bagaimana korban Selfi Tse bisa bekerja ke Malaysia? Orangtua korban, Anika Nomleni mengaku hal tersebut merupakan kemauan korban.

Ini Kronologi Selfi Tse, TKW Asal TTS yang Dianiaya Majikan Sampai Berangkat ke Malaysia
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Orangtua Selfi Tse dan kakak kandungnya, Oris Tse, sedang duduk memberikan keterangan kepada awak media.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Bagaimana korban Selfi Tse bisa bekerja ke Malaysia? Orangtua korban, Anika Nomleni mengaku hal tersebut merupakan kemauan korban.

Anika menceritakan, pada tahun 2011, Sakeos Utan, warga Camplong datang ke Dusun Faut Futu untuk merekrut warga yang mau bekerja di Malaysia. Awalnya, Sakeos merekrut Rani Talan yang saat itu berusia 16 untuk bekerja ke Malaysia.

Baca: Sedih! TKW Asal TTS Ini Dianiaya Hingga Buta. Ia Minta Ada yang Bisa Membantu Memulangkannya

Mendengar Rani akan bekerja di Malaysia, Selfie pun yang saat itu masih berusia 14 tahun dan hanya menamatan pendidikan SD ingin ikut bekerja di Malaysia.

Korban pun diantar kedua orangtuanya menemui Sakeos di kediamannya di Camplong agar bisa berangkat ke Malaysia. Saat itu, Sakeos menjanjikan akan memberikan uang senilai Rp 1 juta kepada orangtua korban, namun ternyata Sakeos hanya memberikan uang senilai Rp 250.000.

Baca: Info Penting Bagi Para Peternak, Ini Rute Kapal Tol Laut Camara Nusantara 3

"Pak, ini dia (Selfi, Red) sendiri yang mau kerja ke Malaysia. Kami pikir, kalau dia kerja bisa bantu memenuhi kebutuhan keluarga sehingga kami kasih izin. Pak Sakeos bilangnya dua tahun kerja di Malaysia, Selfi akan pulang kembali, tetapi ini sudah 7 tahun anak kami tidak tahu pulang. Tiba-tiba kami dengar kabar kalau dia sudah dianiaya majikannya," kisah Anika.

Baca: Persiapan Debat Sudah 80 Persen, Setiap Paslon Diberi Undangan 100 Orang

Kakak kandung korban, Oris Tse mengatakan, beberapa waktu lalu korban sempat meneleponnya. Korban menceritakan kalau lebam di mata kanannya sudah mulai hilang tetapi mata kanannya sudah tidak bisa lihat lagi.

Korban mengaku, saat ini sudah tinggal di sebuah kos dan tidak bekerja lagi dengan majikannya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved