Ingin Memiliki Truk, Tukang Kayu Ini Ditipu Rp 341 Juta, Begini Kisahnya

Gara-gara ingin memiliki truk, Marselinus Kase, tukang kayu di daerah Jalur 40 Kupang ditipu oleh saudara sepupunya DP.

Ingin Memiliki Truk, Tukang Kayu Ini Ditipu Rp 341 Juta, Begini Kisahnya
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Konferensi pers kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 345 juta dengan pelaku DP (kaus kuning), Kamis (3/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gara-gara ingin memiliki truk, Marselinus Kase, tukang kayu di daerah Jalur 40 Kupang mengalami nasib naas. Ia ditipu oleh saudara sepupunya berinsial DP.

Kasus penipuan dan penggelapan yang terjadi sejak tahun 2015 ini masih ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT.

Baca: Ditanya Penanganan Kasus Beras di Desa Golo Lajang, Begini Jawaban Kasi Pidsus Kejari Labuan Bajo

Menurut Kasubdit 1 Bidang Pengawasan, Kompol Aleks, dalam keterangan pers di Ruang Reskrim Polda NTT, Kamis (3/5/2018) siang, kasus ini berawal dari keinginan Marselinus yang berencana membeli sebuah truk dengan cara kredit pada PT Artha Asia Finance, Jakarta.

Baca: Di TTS, Nilai UNBK Teori Kejuruan Anjlok, Apa Penyebabnya?

Karena tidak memenuhi persyaratan administrasi dan dokumen pendukung untuk kredit, maka Marselinus diyakinkan untuk membeli secara kredit melalui saudara sepupunya, DP yang berdomisili di Griya Asri Bahagia Kecamatan Bebelan, Bekasi, Jawa Barat.

Baca: Ada Potensi Lahan 49.000 Ha, Tapi Belum Ada yang Lirik Sumba untuk Investasi Garam. Ini Penyebabnya

Dalam proses pembelian, Marselinus membayar uang muka kredit senilai Rp 63.900.000 pada PT Artha Asia Finance melalui pelaku DP untuk satu unit dump truk merk Mitshubishi Turbo.

Sejak Januari 2015, Marselinus secara rutin membayar angsuran dengan mentransfer uang melalui rekening BII dan BCA atas nama pelaku. Marselinus tercatat sudah mentransfer sebanyak 37 kali dengan nominal Rp 7.600.000 setiap transfer.

Namun pada bulan Maret 2018, pihak lising menarik/melakukan pengambilan kembali dump truk tersebut dengan alasan pembayaran angsuran hanya dilakukan selama empat bulan. Total kerugian yang diderita Marianus mencapai Rp 345.100.000.

Pelaku DP disangkakan melakukan penipuan dan penggelapan dengan pasal 378 dan 372 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Saat ini pelaku sudah berada dalam tahanan Polda NTT. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved