Kasus E-KTP, Terungkap Setya Novanto Mau Dibuat Gila Lewat 'Hantu Gunung' dari Kota Bangka

Dalam rekaman terungkap ada sebuah tawaran untuk mengirimkan 'hantu gunung' dari Kota Bangka, menjadikan Setya Novanto, menjadi orang stres atau gila

Kasus E-KTP, Terungkap Setya Novanto Mau Dibuat Gila Lewat 'Hantu Gunung' dari Kota Bangka
KOMPAS.COM
Setya Novanto saat menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan Korupsi KTP Elektronik, Jumat (27/4/2018), memutar rekaman pembicaraan.

Dalam rekaman itu terungkap ada sebuah tawaran untuk mengirimkan 'hantu gunung' dari Kota Bangka, Kepulauan Bangka, untuk menjadikan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, menjadi orang stres atau gila saat menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Baca: Fredrich Yunadi Bisa Dituntut Hukuman Ringan, Tapi Ini Syaratnya

Menurut jaksa KPK, rekaman pembicaraan itu terjadi pada 18 Desember 2017 lalu. Dalam sadapan rekaman telepon itu, 'hantu gunung' ditawarkan seseorang yang diketahui bernama Viktor kepada mantan penasihat hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

"Izin majelis ada komunikasi Fredrich Yunadi yang akan diperdengarkan ke saksi," kata Jaksa KPK, Takdir Suhan, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Ayo Buruan! Special Price Celana Jeans di Ramayana Flobamora Mall Kupang

Berikut percakapan antara Viktor dan Fredrich Yunadi yang ditampilkan Jaksa Penuntut KPK di persidangan:

Viktor: Pak Fredrich?

Fredrich: Siapa?

Viktor: Pak setnov. Ya itu kan bermain main berpura-pura itu. Kalau mau ada temen saya dia jago dia kalau sidang dibikin gila.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved