Kejari Ende Tingkatkan Status Kasus PNPM Mandiri di Kota Baru ke Penyidikan. Ini Alasannya

Kasus dana PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, merugikan negara sebesar Rp 250 juta.

Kejari Ende Tingkatkan Status Kasus PNPM Mandiri di Kota Baru ke Penyidikan. Ini Alasannya
Pos Kupang/Romualdus Pius
Kasi Intel pada Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Toh 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kasus dana PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, merugikan negara sebesar Rp 250 juta.

Dengan kerugian tersebut, penyidik Kejari Ende meningkatkan kasus yang terjadi tahun 2015 itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca: Saat Berkunjung ke TTU, Pangdam IX Udayana Sampaikan Pesan Ini Kepada Ibu-ibu Persit

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Muji Martopo, melalui Kasi Intel Kejari Ende, Abdon Toh, S.H di ruang kerjanya, Rabu (25/4/2018).

Dikatakannya, kerugian negara sebesar Rp 250 juta itu diduga diselewengkan oleh para pengurus PNPM di Kecamatan Kota Baru.

Baca: Penderita Kanker Gusi di TTS Hendak Dirujuk ke Kupang, Tapi Masih Terkendala Masalah Ini

Indikasi penyelewengan itu, jelas Abdon, para pengurus tidak membuat laporan pertanggungjawaban sebagaimana mestinya dalam sebuah organisasi sehingga penggunaan uang PNPM tersebut belum bisa dipertangungjawabkan.

Abdon mengatakan, program PNPM Mandiri merupakan program pemerintah yang semestinya langsung menyentuh masyarakat jika dikelola dengan baik oleh para pengelola.

Baca: Sarlota Keluhkan Pelayanan PDAM Kota Kupang. Tagihan Lancar Kok Air Tidak Keluar?

Sesuai mekanisme yang ada, jelas Abdon, pengurus PNPM wajib mempertanggungjawabkan semua rangkaian pelaksanaan kegiatan kepada Forum Masyarakat Antar Desa (FMAD). Namun yang terjadi di Kecamatan Kota Baru justru tidak dilakukan.

Dikatakannya, mekanisme laporan pertanggungjawaban dana PNPM adalah pengurus bertangungjawab kepada Forum Masyarakat Antar Desa dan jika diterima maka FMAD menyerahkan seluruh asset kepada Badan Kerjasama Antar Desa untuk dibentuk Bumdes.

Namun yang terjadi di Kecamatan Kota Baru, jelas Abdon, pengurus menggunakan asset PNPM Mandiri berupa uang yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 250 Juta. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved