Ternyata Pemasok Pakaian Bekas di Pasar Naikoten Sulit Ditangkap Polisi. Ini Persoalannya

Mereka ambil sendiri di Singapura. Mereka belanja sendiri. Kalau kita yang modal sedikit tidak bisa belanja disana

Ternyata Pemasok Pakaian Bekas di Pasar Naikoten Sulit Ditangkap Polisi. Ini Persoalannya
pos kupang.com, tommy mbenu nulangi
Suasana para pembeli pakaian bekas di Pasar KASIh, Naikoten 2 Kupang.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS KUPANG.COM, KUPANG - RB, salah seorang pedagang yang sehari-sehari berjualan pakaian bekas di Pasar Naikoten mengatakan, para pemasok sudah lama memasok pakaian bekas ke NTT. Karena sudah lama, mereka sangat sulit ditangkap oleh polisi.

" Mau ditangkap tidak bisa. Soalnya mereka bukan orang baru. Mereka orang lama dan mereka orang luar, bukan orang sini. Orang sini tidak bisa," kata RB saat ditemui Pos Kupang, Selasa (23/4/2018).

RB mengatakan, ada tiga orang yang menjadi pemasok pakaian bekas untuk seluruh NTT. Ketiga orang itu sebut RB, memiliki modal yang sangat besar untuk menguasai penjualan pakaian bekas di NTT. Mereka kata RB, membeli pakaian bekas itu di Singapura.

" Mereka ambil sendiri di Singapura. Mereka belanja sendiri. Kalau kita yang modal sedikit tidak bisa belanja disana. Mereka yang modal besar bisa belanja disana," jelas RB.

Dia menambahkan, para pemasok tidak dapat ditangkap polisi karena mereka mengantongi surat-surat lengkap. Menurutnya, mereka memiliki surat perizinan impor sehingga tidak dapat ditangkap oleh polisi.

" Ditangkap tidak bisa. Surat-surat ada mau ditangkap bagaimana. Surat impor ada. Kalau kami ini hanya jual saja," ucap RB.

Ia mengaku, para pemasok pakaian bekas sangat kaya dengan modal sangat besar. Dalam membelanjakan pakaian, para pedangang tak dapat ikut bersama pemasok karena hanya mereka yang dapat pergi membelajakan pakayan itu.

" Kalau kita mau ikut tidak bisa. Mereka itu mafia. Hanya mereka saja yang bisa belanja disana," ungkap RB yang berasal dari Madura itu.

Ia menjelaskan, orang-orang yang menjadi pemain lama dalam penjualan pakaian bekas itu berasal dari Makasar. Mereka yang menjadi pemain berasal dari suku bugis tepatnya berasal dari Buton.

Halaman
12
Penulis: PosKupang
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved