Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, PT Puncak Keemasan Investasi di Kabupaten Kupang

Warga Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, mendapat sosialisasi mengenai investasi garam.

Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, PT Puncak Keemasan Investasi di Kabupaten Kupang
POS-KUPANG.COM/EDI HAYON
Warga Kelurahan Babau ketika mendengar sosialisasi soal investasi garam, Jumat (20/4/2018) 

Laporan Reporter pos-kupang.com, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM | BABAU - Warga Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, mendapat sosialisasi mengenai investasi garam.

Perusahaan yang menginvestasikan modal untuk pengembangan garam di Kupang Timur, yakni PT Puncak Keemasan Garam Dunia dengan luas lahan garapan 3.200 hektar.

Baca: Bulog Ruteng Belum Bagikan Rastra Kepada Masyarakat Manggarai Timur, Ternyata Ini Penyebabnya

Pantauan POS-KUPANG.COM di Kantor Kelurahan Babau, Jumat (20/4/2018), kegiatan sosialisasi dilakukan Direktur PT Puncak Keemasan Garam Dunia, Ziwan Hardiawan, dan staf Hari Widianto, pejabat BPN NTT, Yulius Talok, Lurah Babau, Robiyanto Meok.

Baca: 12 Tahun Yeheskial Digerogoti Kanker Gusi, Ternyata Ini yang Membuatnya Bisa Bertahan

Ziwan Hardiawan mengatakan, kehadiran perusahaan ini untuk menjawabi kebutuhan garam nasional yang selama ini diimpor dari luar negeri. Apalagi pemerintah pusat menetapkan NTT sebagai sentra produksi garam nasional sehingga perusahaan ini menginvestasikan modalnya untuk produksi garam.

Baca: Datang Minta Dukungan Masyarakat Oebelo, Esthon-Chris Disambut Tarian Adat

Menurut Ziwan, kehadiran mereka karena pada tahun 1990 PT Panggung Guna Semesta yang telah menyatakan siap berinvestasi tetapi sampai tahun 2018 tidak berjalan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk berinvestasi di daerah ini untuk mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan garam nasional baik garam konsumsi maupun produksi.

Sementara Lurah Babau, Robi Meok mengatakan, sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat. Selaku pimpinan wilayah, pihaknya berkewajiban mempertemukan pihak investor dan Badan Pertanahan Nasional NTT untuk mendapatkan kejelasan. Para warga bisa menyampaikan masukan dan bisa mendengar apa kegiatan investor ke depannya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved