Penyelidikan Kasus Sopi, Penyidik Polres Mabar Bidik Produsen

Penyelidikan Kasus Sopi akan dikembangkan kepada produsen dan pihak-pihak yang berkaitan dengan peredaran sopi.

Penyelidikan Kasus Sopi, Penyidik Polres Mabar Bidik Produsen
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Kapolres Mabar (tengah), saat konferensi pers terkait kasus 1,4 ton sopI di Polres Mabar, Rabu (18/4/2018). 

Baca: LMND Gelar Aksi Demo di Lehong Manggarai Timur, Ini Tuntutan Mereka

Sopi itu hendak dibawa ke Bima - NTB menggunakan perahu motor. Diduga untuk dijual lagi di NTB.

Selain 1,4 ton sopi, polisi juga mengamankan tiga orang warga di dalam perahu motor tersebut, berinisial H, M dan B.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK menghimbau warga Mabar untuk segera melapor ke pihaknya bila mengetahui adanya produksi atau peredaran Miras di daerah itu.

Baca: Hamili Anak Di Bawah Umur, Pria Sumba Timur ini Malah Minta Tes DNA. Hasilnya Mengejutkan

"Bila menemukan atau mendapatkan informasi peredaran maupun produksi Miras agar melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Julisa kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (17/4/2018).

Dia juga menegaskan bahwa berbagai persoalan yang terjadi sering kali akibat mengkonsumsi Miras.

"Himbauan terkait Miras agar masyarakat tidak mengkonsumsi Miras karena berbagai permasalahan, baik pelanggaran maupun kejahatan terjadi akibat pengaruh mengkonsumsi miras," kata Julisa.

Baca: Curi Pertalite, Sopir Tangki Pertamina Waingapu Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Sehari sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Mabar IPTU Hajairin, menyampaikan sopi tersebut dikumpulkan oleh pengepul di Macang Pacar.

Anggota kepolisian kata dia, menyita barang bukti itu di wilayah muara pada pukul 16.00 Wita.

Dia menambahkan, anggota polisi berangkat dari Labuan Bajo pukul 14.00 Wita, menggunakan perahu carteran setelah menerima informasi dari informan Hari Kamis itu. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved