Marieta Dapat Giwang Setelah Diberi Petunjuk Ciri-ciri Pelaku oleh Pedagang di Pasar Pada

Kisah pencurian perhiasan emas milik Ny. Marieta Oda, semakin menarik dari yang dituturkan langsung oleh korban

Marieta Dapat Giwang Setelah Diberi Petunjuk Ciri-ciri Pelaku oleh Pedagang di Pasar Pada
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Marieta Oda, korban pencurian emas di Lamahora, Lewoleba, Kabupaten Lembata

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kisah pencurian perhiasan emas milik Ny. Marieta Oda, semakin menarik dari yang dituturkan langsung oleh korban kepada Pos-Kupang.Com di Lewoleba, Rabu (18/4/2018).

Ny. Marieta mengungkapkan, setelah mengetahui bahwa perhiasan emas miliknya hilang digasak pencuri, ia diam-diam mencarinya ke lapak penjualan emas di Pasar Pada.

Baca: Pencuri Ini Ambil Emas Tinggalkan Gading, Siapa Dia?

Di pasar itu, ia menemui pedagang perhiasan emas dari satu tempat ke tempat lainnya. Tatkala menemui para pedagang tersebut, ia tidak menceritakan kalau dirinya baru kehilangan beberapa barang perhiasan emas.

Kepada para pedagang, ia hanya menanyakan apakah ada oknum yang menjual barang perhiasan emas kepada mereka. Namun para pedagang itu mengakui hal tersebut. Mereka hanya menggelengkan kepala dan mengatakan mereka tak pernah membeli perhiasan emas dari pihak mana pun.

Baca: Agen Perpajakan Nasional Lebarkan Sayap ke NTT

Mendengar jawaban tersebut, ia tidak putus asa. Ia coba melangkahkan kaki menemui pedagang lainnya. Dan, usaha itu berbuah nyata. Pada etalase perhiasan emas milik seorang pedagang, ia mendapati giwang miliknya.

"Waktu itu saya minta melihat giwang emas itu dan pedagang itu menjelaskan bahwa itu giwang malaysia. Saya tetap memintanya dan itu diberikan kepadanya. Saat sepasang giwang itu ada dalam genggamannya, saya langsung bilang bahwa ini giwang saya punya," tutur Marieta.

Baca: GIGI Band Siap Konser di Kupang

Sang pedagang itu pun mengaku bahwa baru satu dua hari sebelumnya, ia membeli giwang itu dari seseorang. Pedagang itu pun menyebutkan ciri-ciri penjual giwang itu. Dari ciri-ciri itu, ia pun menduga kalau oknum pelaku adalah keponakannya sendiri, berinisial AO.

Untuk menguji dugaannya tersebut, Marieta bersama keluarga lantas mengecek keberadaan AO pada istrinya yang tinggal di Boto, Desa Belabaja, Kecamatan Wulandoni. Maklum AO telah berkeluarga dan punya seorang buah hati.

Saat itu, tutur Marieta, istri AO menyebutkan bahwa suaminya sudah beberapa hari bertolak dari Boto ke Lewoleba. Namun istri AO tidak menjelaskan apa tujuan AO ke Lewoleba.

Saat itu AO memang pernah ke rumahnya untuk menghantar ikan. Tapi setelah itu AO menghilang alias tidak datang lagi ke rumah tersebut.

Setelah ditelusuri ternyata AO telah berangkat ke Batam menggunakan kapal pelni untuk mencari kerja. Kuat dugaan, AO mencuri perhiasan emas itu kemudian menjualnya agar bisa mendapatkan uang untuk membiayai perjalanannya dari Lewoleba ke Batam. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved