Dua Tahun Usulkan Kelola Pasar Nita Tak Ditanggapi Bupati Sikka, Kades Ini Prihatin

Dua Tahun Usulkan Kelola Pasar Nita Tak Ditanggapi Bupati Sikka, Kades Ini Prihatin

Dua Tahun Usulkan Kelola Pasar Nita Tak Ditanggapi Bupati Sikka, Kades Ini Prihatin
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Kepala Desa Nita, Antonius Luju 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Egidius Moa

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Kepala Desa Nita, Kecamatan Nita, di Pulau Flores, Antonius Luju (49) prihatin menyaksikan kondisi Pasar Nita. Setiap hari pasar, Kamis penjual 'meluap' sampai ke jalan nasional.

"Kalau dibenahi, pasar ini bisa tampung lebih banyak pedagang. Hanya tidak ada yang mengaturnya," kata Antonius di Kantor Desa Nita, Jumat (13/4/2018).

Baca: Pasar Nita Sempit, Warga Sewakan Halaman Rumah ke Pedagang

Pasar Nita, kata Antonius, salah satu dari tiga pasar di Kabupaten Sikka yang paling ramai pengunjungnya selain Pasar Geliting dan Pasar Lekebai. Setiap hari pasar, ribuan pedagang dan pengunjung yang berbondong datang dari daerah lain.

Antonius menyarankan dilakukan penataan kembali pasar, sehingga tercipta kebersihan, tersedia lahan parkir dan lahan untuk pedagang. Saat ini pedagang tidak kebagian tempat menyewa di halaman rumah warga. Peran pemerintah daerah hanya datang memungut retribusi.

Baca: Dedi Suyatno: Tangkap Pembuang Sampah di Sepanjang Jalan Raya Lapale dan Tahan Kendaraannya

"Sejauh ini mereka datang pungut retribusi, habis itu selesai. Tidak ada lagi laporan tentang kebersihan atau penataan lebih lanjut," kata Antonius.

Antonius telah mengajukan usulan sejak dua tahun lalu kepada Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, membantu pengelolaan pasar. Usulan itu tak direspon sampai sekarang.

Baca: 671 Orang di Sikka Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang, Umumnya Miskin dan Pendidikan Rendah

"Desa sudah mengajukan usulan untuk bantu pengelolaan dan sampai sekarang. Setiap kali kita tanya, katanya diproses, diproses. Janji tapi sampai sekarang tidak juga ada realisasi," ujar Antonius.

Ia mengatakan, peran desa untuk menata pasar terbatas. Pengamatan selama ini, kondisi pasar tidak teratur, pedagang masih campur aduk. MCK tidak terawat.

Menurut Antonius, pasar yang berada di tengah pemukiman masyarakat, wajib dijaga kebersihannya sehingga tidak menyebarkan penyakit. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved