Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka Dampingi Petani Siapkan Pesemaian Bawang Merah

Usaha pengembangan bawang merah yang dilakukan Kelompok Tani Irigasi Baru Laleten ini akan dijadikan percontohan bagi petani di seluruh wilayah itu.

Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka Dampingi Petani Siapkan Pesemaian Bawang Merah
ISTIMEWA
Tim Pakar RPM mendamping petani kelompok Irigasi Baru, Desa Laleten, Kecamatan Weliman untuk pengembangan bawang merah. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA - Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka (RPM) bersama masyarakat petani kelompok Irigasi Baru, Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka saat ini sedang mempersiapkan lokasi pesemaian bawang merah.

Mereka mengembangkan bawang merah RPM seluas satu hektare.

Usaha pengembangan bawang merah yang dilakukan Kelompok Tani Irigasi Baru Laleten ini akan dijadikan percontohan bagi petani di seluruh wilayah itu.

Yeremias Seran Nahak, PPL Desa Laleten mengatakan hal itu saat dikonfirmasi, Jumat (6/4/2018). Menurut Nahak, beberapa minggu terakhir ini, dirinya bersama masyarakat dan dibantu Tim Pakar RPM terus bekerja mempersiapkan Demplot jagung dan bawang merah RPM.

Baca: Paket SarDon sebut Daerahnya sedang Sakit, Ada Program Empat Sehat Lima Sempurna

"Sekarang masyarakat kelompok tani di Desa Laleten sedang bekerja mempersiapkan lokasi persemaian jagung dan bawang merah, yang akan dijadikan contoh sehingga dapat dilihat masyarakat," katanya Nahak.

Anggota tim pakar RPM, Dr. Bernard Derosari, ketika dikonfirmasi mengemukakan, kegiatan budidaya bawang merah di Poktan Irigasi Baru di Desa Laleten, Kecamatan Weliman merupakan kegiatan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, BBP2TP Bogor dan BPTP NTT, sebagai satu kesatuan unit organik Badan Litbang Pertanian, Kementan.

"Kegiatan ini merupakan suatu bentuk uji adaptasi teknologi budidaya bawang merah produksi lipat ganda (proliga) yang produksinya mencapai 40 ton/ha dengan menggunakan benih asal biji/TSS (True Shalod Seed) varietas Trisula, Biru Lancor, Bima Brebes, Tuktuk dan sebagai pembanding dengan benih asal umbi yang selama ini sudah digunakan petani," jelasnya.

Baca: Kunjungi Belu Perbatasan RI-RDTL, Mensos Idrus Marham minta Masyarakat Jujur katakan Tidak Miskin

Lebih lanjut dia mengatakan, ujicoba ini dilakukan karena potensi yang dimiliki Kabupaten Malaka sangat besar dan menjanjikan dan hasilnya pun akan sangat maksimal.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementan melalui Badan Litbang Pertanian untuk Kabupaten Malaka sebagai kabupaten di wilayah perbatasan.

Bernard memberikan apresiasi kepada anggota kelompok yang antusias mengerjakan persiapan demplot serta seriis mengikuti arahan tim pakar dan PPL. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved