Dokter Bongkar 'Sandiwara' Setya Novanto Saat Dirawat di RS. Minta Diperban hingga Minta Obat Merah

Keterangan saksi mengungkap sejumlah kejanggalan saat Setya Novanto masuk RS Medika Permata Hijau

Dokter Bongkar 'Sandiwara' Setya Novanto Saat Dirawat di RS. Minta Diperban hingga Minta Obat Merah
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berada di mobil tahan KPK seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. 

Setelah semua siap, Indri dan Nurul lalu memperban luka lecet yang ada di tangan dan siku bagian dalam.

"Saya ke kamar pasien (Setya Novanto), bersihkan luka dengan betadin. Saya dikejutkan kata-kata pasien, dia (Setya Novanto) minta obat merah. Saya makin bingung. Saya jawab ke pasien : obat merah sudah tidak ada di rumah sakit. Saya heran sendiri, kok minta obat merah. Saya lihat, luka lecetnya itu tidak berdarah-darah," tegas Indri.

Indri menambahkan kala itu dia menjawab Setya Novanto, di rumah sakit tidak ada obat merah dengan nada ketus.

Itu karena dia dibuat heran dengan ulah Setya Novanto yang membentak minta diperban hingga minta obat merah.

3. Setya Novanto Terpergok Bisa Berdiri

Setya Novanto diketahui bisa berdiri tegak ketika buang air kecil, Jumat (17/11/2017) pagi.

Kondisi tersebut berbeda ketika Setya Novanto baru masuk ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada malam hari 16 November 2017 usai kecelakaan hingga disebut ada benjolan sebesar bakpau di dahinya.

Keterangan tersebut disampaikan perawat RS Medika Permata Hijau, Indri Astuti saat bersaksi untuk terdakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/4/2018).

"Menjelang jam 6 pagi saya mau cek tensi, tapi pasien masih tidur. Dua perempuan yang menemani juga masih tidur, lalu saya keluar," ungkap Indri.

Selang beberapa menit, kemudian Indri kemabali masuk ke kamar.

"Saya melihat bapak itu bisa berdiri tegak buang air kecil di sisi kiri tempat tidur. Sepertinya bapak itu tidak tahu saya masuk karena memang saya pelan sekali buka pintu. Saya bicara, saya bantu pak. Lalu bapak itu sepertinya kaget. Setelah selesai, bapak itu kembali tergeletak ke tempat tidur dengan susah payah," tambah Indri.

Lebih lanjut, Indri juga menyatakan tidak nyaman ‎menangani Setya Novanto karena banyak ditemukan kejanggalan mulai dari minta diperban hingga minta obat merah padahal hanya luka lecet.

Terakhir, Indri juga ‎menyampaikan saat dirinya menggantikan pakaian, Setya Novanto sigap meski matanya tertutup. Menurut Indri, dia tidak menemukan kesulitan saat mengganti baju Setya Novanto.

"Saya ganti bajunya tapi dengan sigap, enggak ada lemes-lemesnya. Tapi dia tetep merem," singkatnya.

4. Masih Sadar Wifinya Terjatuh

Dua security Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Abdul Aziz dan Mansur menjadi saksi di sidang lanjutan dugaan menghalangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto dengan terdakwa dokter Bimanesh, Senin (2/4/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Di hadapan majelis hakim, Abdul Aziz ‎menyatakan saat dibawa ke rumah sakit, mantan Ketua DPR RI itu dalam keadaan sadar tidak pingsan.

Bahkan menurut Abdul Aziz, Setya Novanto masih menyadari wifi, teknologi yang memudahkan seseorang untuk terakses ke internet milik Setya Novanto terjatuh.

"‎Pasiennya tidak pingsan, saya yakin. Wifi dia yang bulat itu jatuh. Dia berkata : Itu tolong wifi saya terjatuh. Lalu Pak Purwadi (security) yang mengambil, diserahkan ke ajudannya," ungkap Abdul Aziz di Pengadilan Tiikor Jakarta.

Lanjut setelah itu, Abdul Aziz hendak membawa Setya Novanto ke IGD.

Namun malah diarahkan ke lantai 3 ruang VIP, kamar 323.

"Karena korban kecelakaan saya mau arahkan ke IGD, tapi disuruh bawa ke VIP lantai 3. Lalu Saya, Roni dan ajudannya naik ke lantai 3," tutur Abdul Aziz.

Kemudian majelis hakim menanyakan soal apakah Setya Novanto sendiri yang menutup mukanya dengan selimut? Hal itu dibenarkan Abdul Aziz.

"Pasien sendiri yang tutup mukanya. Awalnya itu ajudannya hanya tutup selimut di badan saja. ‎Setelah saya antar ke ruang VIP lantai 3, saya bersama driver Roni turun bersama brankar untuk dikembalikan di depan IGD," tambah Abdul Aziz.

5. Jarum untuk Anak-anak

Alasan mengapa Setya Novanto diinfus menggunakan jarum anak-anak terungkap di sidang lanjutan terdakwa dokter Bimanesh, Senin (2/4/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurut kesaksian dari ‎perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Indri Astuti memang dirinya yang menginfus Setya Novanto menggunakan jarum infus berukuran kecil yang biasanya digunakan untuk anak-anak.

Menurut Indri, awalnya dia mencoba memasang jarum infus di tangan kanan Setya Novanto.

Namun, Indri kesulitan karena kesulitan menemukan vena, atau pembuluh darah.

"Karena vena tidak kelihatan, saya pasang alat. Karena tidak keliatan juga, tangannya saya pukul pakai jari saya," kata Indri.

Merespon tangannya di pukul-pukul, menurut Indri, Setya Novanto merespon dengan menggerakkan tangannya.

Melihat itu, Indri mengaku kaget.

"Saya anggap pasien itu marah sama saya. Saya kaget sekali. Dari situ saya pikir, waduh apa ini," tegas Indri.

Selanjutnya, Indri mengganti jarum infus dengan jarum berukuran kecil yang biasa digunakan anak kecil.

Indri berharap dia bisa lebih mudah menemukan pembuluh darah.

Benar saja, saat itu Indri yang dibantu oleh perawat Nurul Rahmah Nuari‎ dapat menusukkan jarum tepat di pembuluh darah hanya dalam satu kali suntik.

"Saya mau sekali tusuk saya dapat. Alhamdulilah dapat. Setelah itu terpasang, kemudian saya keluar dari kamar," kata Indri.

Menambahkan keterangan Indri, perawat Nurul membenarkan dia membantu memang infus dan menurutnya Setya Novantosempat mengerang kesakitan.

"Saya dengar pasien teriak sakit, hanya itu saja karena kami kesulitan mencari venanya dan tangannya dipukul-pukul," singkat Nurul.

Follow Instagram Pos Kupang di Bawah Ini:

Baca: Bikin Merinding! Detik-Detik Perjuangan Nycta Gina Melahirkan Anak Kedua

Baca: Tolak Disebut Pelakor, 6 Artis Cantik Ini Lebih Memilih Jadi Janda

Baca: MIRIS! Delapan tahun jadi Pelanggan PLN, Warga Belo Kupang Pakai Pohon sebagai Tiang Listrik

Baca: Farhat Abbas Resmi Laporkan Vicky Prasetyo, Caption Postingan Jadi Bahan Netter untuk Nyinyir!

Baca: Pria Ini Serumah dengan Pacar dan Sahabat Pacar, Ada Tiga Fakta Tak Disangka Bikin Geleng Kepala

Artikel ini sudah ditayangkan di tribun-timur.com dengan judul: Terbaru! 5 Fakta 'Sandiwara' Setya Novanto di RS, No 1 Minta Diperban, No 3 Tercyduk Berdiri

Editor: Djuwariah Wonga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved