Dokter Bongkar 'Sandiwara' Setya Novanto Saat Dirawat di RS. Minta Diperban hingga Minta Obat Merah

Keterangan saksi mengungkap sejumlah kejanggalan saat Setya Novanto masuk RS Medika Permata Hijau

Dokter Bongkar 'Sandiwara' Setya Novanto Saat Dirawat di RS. Minta Diperban hingga Minta Obat Merah
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berada di mobil tahan KPK seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. 

Lalu dokter Bimanesh masuk memeriksa pasien.

Saat itu, karena pasien lemas, dokter Bimanesh memerintahkan untuk dipasang oksigen.

"Di ruang VIP tidak ada alat medis, jadi Nurul yang ambil oksigen di ruang perawatan. Saat dokter Bimanes periksa pasien memang ada luka-luka besetan di tangan kiri, siku dan dahi. Saya ganti selimut pasien tapi baju pasien belum diganti," tutur Indri.

Masih menurut Indri, selesai memeriksa Setya Novanto, dokter Bimanesh keluar ruangan.

Beriringan Indri mengikuti dari belakang.

Kala itu, dokter Bimanes memerintahkan Indri agar infus tidak dipasang, melainkan hanya ditempel di tangan Setya Novanto.

Merespon perintah itu, Indri mengaku kaget.

Namun dia tidak mengindahkan perintah dokter Bimanesh.

Indri lanjut mengambil alat rekam jantung dan memeriksa jantung Setya Novanto.

"Saya masuk lagi ke ruangan, saya minta izin, pak kancing bajunya saya buka ya. Saya mau rekam jantung, bapak itu (Setya Novanto) diam saja, matanya masih merem. Saya tanya lagi, bajunya sekalian diganti pak? Dia diam saja, ya sudah saya kancing lagi bajunya," terang Indri.

Kemudian hasil rekam jantung diserahkan Indri ke dokter Bimanesh.

Halaman
1234
Editor: Djuwariah Wonga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved