Ujicoba Rudal Setan 2, Rusia Klaim hanya bisa Dihentikan 500 Rudal Pencegat milik Amerika

Rencananya, rudal balistik berbobot sekitar 200 ton itu bakal menggantikan R-36M2 Voevoda, atau SS-18 Satan.

Ujicoba Rudal Setan 2, Rusia Klaim hanya bisa Dihentikan 500 Rudal Pencegat milik Amerika
ISTIMEWA
Rudal Rusia Satan 2 

POS-KUPANG.COM|MOSKWA - Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan kembali melakukan unjuk kekuatan dengan menguji coba senjata barunya.

Diberitakan Daily Mirror Senin (2/4/2018), Rusia meluncurkan sistem pertahanan udara dari kawasan Sary Shagan, Kazakhstan.

Dalam video maupun foto-foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, terlihat sistem pertahanan baru itu sukses meluncur dengan mengepulkan asap hitam tebal.

Kepala militer Rusia, Mayor Jenderal Andrei Prikhodko dengan optimistis menyatakan kalau sistem pertahanan baru tersebut bisa menangkal rudal nuklir sekalipun.

Baca: Barcelona bakal Ucapkan Selamat Tinggal untuk Koleksi 100 poin

"Sistem pencegat rudal balistik yang dimodernisasi ini mampu menjauhkan Moskwa dari bahaya," kata Prikhodko dilansir harian Krasnaya Zvesda.

Peluncuran sistem pertahanan udara baru itu terjadi pasca-uji coba rudal balistik antar-benua baru mereka, RS-28 Sarmat, atau yang dikenal dengan julukan Satan 2.

Rudal hipersonik yang mampu melaju hingga 6.437 kilometer per jam itu diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome, fasilitas peluncuran angkasa luar yang terletak sekitar 800 km sebelah utara Moskow.

Ini merupakan tes kedua Sarmat setelah yang pertama terjadi pada Desember 2017.

"Tes terbaru yang diselenggarakan di Plesetsk menunjukkan karakteristik rudal ini baik pra-peluncuran, maupun saat fase penerbangan," ujar Kemenhan Rusia.

rudal rusia yang diklaim hanya bisa dihentikan oleh 500 rudal pencegat milik Amerika
rudal rusia yang diklaim hanya bisa dihentikan oleh 500 rudal pencegat milik Amerika (ISTIMEWA)

Baca: Berbuat Mesum di Hotel, Kakak Adik Bersama Pasangannya Digerebek Satpol PP Padang

Rencananya, rudal balistik berbobot sekitar 200 ton itu bakal menggantikan R-36M2 Voevoda, atau SS-18 Satan.

Keyakinan akan kemampuan Sarmat disuarakan oleh Viktor Bondarev, Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia.

"Untuk menghentikan Sarmat, setidaknya Amerika Serikat harus mengerahkan 500 rudal pencegat mereka," koar Bondarev. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Rusia Uji Coba Sistem Pertahanan Anti-Rudal Nuklir Terbaru

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved