Paskah 2018

Pelepasan Peserta Pawai Etnis, Akademisi Undana Kupang Bicara Soal Air Bah

Saya ingat Tuhan pernah berikan janji pada umatnya pada saat memberikan umat air bah.

Pelepasan Peserta Pawai Etnis, Akademisi Undana Kupang Bicara Soal Air Bah
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHRI
Peserta Pawai Etnis yang digelar Jemaat Benyamin Oebufu, Minggu (1/4/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sebelum pelepasan Pawai Etnis yang digelar oleh Jemaat Benyamin Oebufu, perwakilian Akademisi, Tokoh Perempuan, Politisi, LSM, Tokoh Agama dan Keamanan melakukan statemen secara bergantian mengenai kebhinekaan.

Perwakilan Akademisi Rektor Undana Kupang, Prof Dr Fred Benu, mengatakan ketika ia melihat peserta Pawai yang hadir, berarti semuanya melihat sejumlah warna yang menghiasi perayaan paskah.

Baca: Awalnya hanya Benjolan Kecil di Payudaranya, Tiga Tahun Kemudian Bahkan Tak bisa Pakai Baju

Katanya ada merah, putih, hijau, biru dan dari warna tersebut menghadirkan mozaik keindahan, mewakili perbedaan latar belakang kita.

"Saya ingat Tuhan pernah berikan janji pada umatnya pada saat memberikan umat air bah.

Saat air bah yang muncul sebagai tanda janji pada umatnya adalah pelangi dan di dalam warna pelangi Tuhan ingin menunjukkan Dia tidak akan lagi memberikan hukuman yang sama pada umatnya.

Manakala umatnya hadir dengan berbagai macam warna berarti kita mengimani Tuhan akan tepat menepati janji kalau kita hadir dalam perbedaan," tuturnya.

Baca: Satu dari Tiga Tokoh dalam Injil ini Patut diteladani Kaum Perempuan. Siapakah Dia?

Ia mengucapakan terima kasih karena dalam perbedaan memaknai arti persatuan.
Ia berpesan jika hadir dalam latar belakang warna maka.

Mari menghargai perbedaan, jangan katakan paling indah dan paling berhak di muka bumi ini.

Sedangkan perwakilan Politisi, Winston Rondon, menyampaikan orang muda harus berdiri paling depan menjadi pioner melakukan terobosan untuk membagi damai dan semangat cinta kasihnya dimana-mana.

Baca: Wakapolres Lembata Sebut Tak ada Noda Selama Pekan Suci

"Kupang menjadi rumah besar persaudaraan dan keberagamaan, saya pecaya orang muda sudah memulai dari Jemaat GMIT Benyamin.

Banyak langkah yang positif diambil bersama sahabat-sahabat dalam hal ini dengan orang muda lintas agama yang lain," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved