Ini yang Disampaikan Ketua DPRD Mabar Setelah Kedatangan ASDP Terkait Proyek Fresh Market

kedatangan mereka hari itu sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat antara DPRD dengan general manajer ASDP Sape minggu lalu.

Ini yang Disampaikan Ketua DPRD Mabar Setelah Kedatangan ASDP Terkait Proyek Fresh Market
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Rapat dengar pendapat anggota dewan Manggarai Barat dengan general manager ASDP beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Ketua DPRD Manggarai Barat (Mabar), Blasius Jeramun, membenarkan bahwa Wakil Direktur ASDP Pusat telah menemui dirinya terkait hasil rapat dengar pendapat antara DPRD dengan general manajer ASDP Sape sebelumnya yang membahas tentang sorotan Aliansi Pemuda Peduli Manggarai Barat (APP Mabar).

Wakil Direktur datang bersama General Manager (GM) ASDP, panitia lelang proyek fresh market dan pemenang tender proyek itu pada Hari Senin (26/3/2018) di ruangan Ketua DPRD.

Hadir juga saat itu perwakilan dari Aliansi Pemuda Peduli Manggarai Barat (APP Mabar).

"Mereka menjelaskan bahwa perusahan pemenang tender proyek itu tidak bermasalah. Memang katanya dulu pernah bermasalah tetapi sudah selesai dengan adanya putusan dari Mahkamah Agung," kata Blasius kepada poskupang.com, Selasa (27/3/2018).

Ditegaskannya, kedatangan mereka hari itu sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat antara DPRD dengan general manajer ASDP Sape minggu lalu.

Sebelumnya, DPRD Mabar didatangi peserta demonstrasi yang menyampaikan aspirasi tentang perusahan bermasalah yang menang tender proyek fresh market.

Peserta demostrasi itu adalah Aliansi Pemuda Peduli Manggarai Barat (APP Mabar) yang aksi pada Senin (12/3/2018).

Baca: Ini 4 Kesamaan Aneh Tersingkirnya Ayu, Jodie dan Marion. Netizen Pun Bertanya-tanya

Baca: Usai Pingsan Kemarin, Benarkah Nikita Mirzani Alami Ngidam Berlian?

Saat aksi demonstrasi, Sekertaris APP Mabar, Adis Jerahun dalam orasinya di depan kantor ASDP Labuan Bajo dan di Kantor DPRD Kabupaten Mabar, menegaskan bahwa
APP Mabar menolak perusahan atau pihak pemodal yang bermasalah beroperasi di Labuan Bajo.

"Kami menolak semua bentuk praktek spekulasi dan monopoli dalam pembangunan di Mabar. Kami juga mendesak Menteri BUMN untuk mencabut nota dinas yang dikeluarkan oleh Direktur Utama PT ASDP Indonesia Fery, tanggal 5 Maret 2018 tentang penetapan PT Aria Jaya Raya sebagai pemenang pelelangan pekerjaan penimbunan pembangunan Fresh Market di area Pelabuhan ASDP Labuan Bajo," kata Adis.

Menurutnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang dugaan pelanggaran.

"Perusahan tersebut pada tahun sebelumnya telah terbukti melakukan kesalahan sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nomor : 20/KPPU-L/2015 tentang dugaan pelanggaran pasal 22 undang-undang Nomor 5 tahun 1999 dalam praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dengan sanksi membayar denda sebesar Rp 2 Miliar lebih," kata Adis.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved