Jangan Sepelekan Nyeri Haid. Ini Akibatnya

Endometriosis ini dapat menyebabkan kesulitan kehamilan.Untuk itu jangan sepelekan rasa nyeri saat haid.

Jangan Sepelekan Nyeri Haid. Ini Akibatnya
pk/eko
Peserta Simposium KOU 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Nyeri haid yang banyak dikeluhkan oleh remaja putri dan juga ibu-ibu ternyata bisa jadi adalah tanda terjadinya penyakit endometriosis. Endometriosis atau tumbuhnya lapisan lendir rahim di luar tempat biasanya yaitu di rongga rahim dan mengelupas saat menstruasi kalau tumbuh di jaringan otot rahim, saat haid akan menimbulkan nyeri hebat.

Belum lagi jika tumbuh di indung telur bahkan di usus besar sehingga keluhan nyeri haid dapat dirasakan di berbagai lokasi di tubuh perempuan. Bahkan, endometriosis ini dapat menyebabkan kesulitan kehamilan.

Demikian materi yang dipresentasikan dr. Herbert Situmorang SpOGK, pakar Endometriosis dan laparoskopi dari FK UI/ RSCM Jakarta dalam round table diskusi bersama para dokter spesialis kandungan se-NTT yang tergabung dalam Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) NTT di Restoran Nelayan, Jumat (23/3/2018) malam.

Acara ini sebagai kelanjutan Simposium Kupang Obgin Update 2 yang diselenggarakan di Palacio Hall Hotel Aston, Kupang, Sabtu (24/3/2018).

Hadir dalam diskusi tersebut senior POGI NTT, dr. Heru Tjahyono SpOG, Ketua POGI NTT, dr. Hendriette SpOGK, Ketua Panitia KOU 2, dr. Sahadewa SpOGK dan puluhan dokter SpOG dari Kupang dan berbagai kabupaten di NTT.

Ia mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Timur harus diakui banyak ketinggalan teknologi kedokteran. Ilmu Laparoskopi operatif sebagai salah satu alat canggih untuk mendiagnosis berbagai penyakit kandungan sekaligus dapat langsung diterapkan tindakan operasi, sampai saat ini alatnya belum tersedia. Apalagi, ujarnya, teknologi bayi tabung sebagai salah satu jalan keluar kesulitan memperoleh keturunan.

Untuk itulah POGI NTT berinisiatif membahas masalah kesehatan reproduksi dari sisi usaha penanganan infertilitas. Pembicara dalam kegiatan ini, yakni dr. Herbert Situmorang SpOGK dan dr. Agus SpOG, ANC terfokus oleh dr. Hendriette SpOGK,.sisi etik dan hukum kesehatan reproduksi oleh dr. Sahadewa SpOGK.

Simposium yang diikuti ratusan peserta yang terdiri dari dokter SPOG, dokter umum dan bidan dari hampir seluruh NTT ini berusaha membuka wawasan baru kesehatan reproduksi dengan info terkini. Acara simposium ditutup dengan pembagian doorprize dan hiburan. Kegiatan ini dibuka Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved