Rabu, 15 April 2026

Komunitas Waria Malaka Tolak Hoax Lawan Politisasi SARA

deklarasi anti hoax dan SARA ini diikuti enam anggota komunitas waria Malaka yang dikoordinir Nyonya Neni. Mereka mengenakan kaos seragam warna orange

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
pos kupang.com, teni jenahas
Komunitas Waria Kabupaten Malaka saat deklarasi anti Hoax dan Politisasi SARA, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Komunitas waria Kabupaten Malaka mendeklarasikan anti hoax dan politisasi SARA. Mereka juga mendukung Polri untuk menindak tegas kepada pelaku penyebar hoax dan SARA.

Pernyataan deklarasi ini dilakukan di tribun lapangan umum Betun, Jumat (23/3/2018). Kegiatan ini dilakukan oleh anggota Polsek Malaka Tengah sebagai tindaklanjut program Kapolri.

Kegiatan deklarasi anti hoax dan SARA ini diikuti enam anggota komunitas waria Malaka yang dikoordinir Nyonya Neni. Mereka mengenakan kaos seragam warna orange. Dengan suara lantang mereka siap mendukung polri menindak tegas penyebar hoax dan politisasi SARA.

Kapolsek Malaka Tengah,
AKP Rinaldi Hastomo, S.H, S.IK kepada Pos Kupang, Jumat (23/3/2018) mengatakan, sampai saat ini sudah banyak elemen yang mendeklarasikan anti hoax dan politisasi SARA seperti kalangan pelajar dan masyarakat.

Rinaldi menghimbau kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Malaka Tengah untuk terus menjaga dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) sehingga pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT dapat berjalan aman, lancar dan damai.

Menurut Rinaldi, polisi juga akan menindak tegas pelaku penyebar hoax dan politisasi SARA. Apalagi masyarkat sudah menyatakan dukungan kepada polisi untuk menindak tegas penyebar hoax. (*).

Baca: Kok Petani di Malaka Tengah Dapat Pujian Camat. Apa Penyebabnya?

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved