Ini Alasan Mengapa Ujian Nasional SMA dan SMK 2018 tidak Dilakukan Serempak

UN SMA/SMK di NTT dilaksanakan dengan dua sistem yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pencil (UNKP)

Ini Alasan Mengapa Ujian Nasional SMA dan SMK 2018 tidak Dilakukan Serempak
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Plh. Kadis Pendidikan NTT Aloysius Min,S.Pd,M.M 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM|KUPANG - Ujian Nasional (UN) bagi SMA dan SMK di NTT tidak dilakukan serempak.

Sistem ini diterapkan agar SMA bisa memanfaatkan sarana komputer di SMK dan sebaliknya.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Aloysius Min,S.Pd,M.M ketika ditemui Pos Kupang di Hotel Neo by Aston, Jumat (23/3/2018).

Baca: Siap Ikut Debat di Jakarta, Emi Nomleni Bilang Masih Gemetar Sedikit

Menurut Aloysius, UN SMA/SMK di NTT dilaksanakan dengan dua sistem yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pencil (UNKP).

"Untuk UNBK kita butuh sarana prasarana seperti komputer, jaringan listrik dan internet.

Jadi nanti apabila di wilayah yang sarana masih kurang bisa digunakan bersama," kata Aloysius.

Baca: Garuda Indonesia Masih Pelajari Pasar Kupang - Dili PP, Ini kata Gubernur NTT

Baca: Garuda Indonesia Travel Fair Targetkan Transaksi Rp 2,3 Miliar

Dijelaskan, untuk UN yang akan digelar oleh SMK lebih dahulu, yakni pada 2 -5 April 2018 , sedangkan SMA pada tanggal 9-12 April 2018.

"Karena itu, untuk UNBK, SMK bisa menggunakan sarana dari SMA dan sebaliknya. Ini diterapkan apabila ada sekolah yang masih minim sarana prasarana," katanya.

Untuk diketahui, sekolah yang melakukan UNBK tahun 2018 ini untuk SMA dan SMK sebanyak 331 sekolah itu terdiri dari SMA sebanyak 193 sekolah dan SMK sebanyak 138 sekolah. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved