Inspiratif! Puluhan Tahun Tini Bantu Suami Jadi Penambal Ban, yang Penting Halal

Bersama suaminya ia menunggu pelanggan yang datang. Tini tidak sendirian, namun Tini menjadi spesialis tambal ban di bengkel kecilnya.

Inspiratif! Puluhan Tahun Tini Bantu Suami Jadi Penambal Ban, yang Penting Halal
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Suwartini warga Kompleks Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru yang jadi penambal ban 

POS-KUPANG.COM | BANJARMASIN - Jika kita datang ke sebuah bengkel untuk menambal ban yang bocor pastinya yang keluar adalah seorang pria, bapak-bapak, hingga kakek-kakek. Namun berbeda dengan penambal ban di Jalan Jintan Banjarbaru seberang Kantor PDAM Intan Banjar.

Adalah Suwartini warga Kompleks Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru yang sudah dikenal banyak warga sekitar sebagai perempuan penambal ban. Sebelum memiliki anak, bahkan Tini, sapaannya, sudah jadi tukang tambal.

Bersama suaminya ia menunggu pelanggan yang datang. Tini tidak sendirian, namun Tini menjadi spesialis tambal ban di bengkel kecilnya.

"Suami khusus stel velg, kalau saya khusus nambal," ujarnya saat ditemui, Kamis (22/3/2018).

Sudah menjadi penambal ban sejak tahun 90an, membuat kegiatan menambal ban bukanlah hal sulit bagi Tini. Mulai dari ban sepeda hingga motor trail pun ia kerjakan.

Bagi Tini yang penting uang yang didapatkan adalah halal dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Uang hasil ia menambal ban, ungkap perempuan suku Madura asal Palangkaraya ini, biasanya ia gunakan untuk memberi uang jajan untuk ketiga anaknya yang masihSMP, SD dan TK.

"Lumayan buat bantu-bantu suami. Kalau kita perempuan cuma mengandalkan suami, kasihan, kalau suami tidak ada bingung, karena tidak bisa mandiri," jelasnya.

Awalnya, ungkap Tini, dirinya ingin bekerja ikut orang, di perusahaan, atau di tempat usaha, namun kemudian dirinya memiliki anak dan tidak ingin terpisah dari anaknya, maka ia memutuskan untuk bekerja membantu suami.

Sebelumnya Tini belajar dengan suaminya cara menambal ban. Ia mengaku tak tega melihat suaminya harus melayani banyak orang dan melihat orang yang menambal ban harus menunggu karena ada yang datang menyetel velg.

Sejak itu ia mengambil alih menjadi tukang tambal ban membantu suaminya. Sehari-harinya ungkap Tini dirinya bisa mendapat beberapa puluh ribu hingga Rp 150 ribu dari menambal ban.

Buka sejak pagi, Tini mengantar anaknya sekolah terlebih dahulu kemudian menggelar bengkelnya. Siang hari, anaknya yang masih sekolah di TK dijemput dan bersamanya di bengkel.

"Kalau saya kerja sama orang, anak saya siapa yang menjaga juga nanti," ujar perempuan berjilbab ini.

Sejak menjadi tukang tambal ban, Tini mengatakan sudah kebal dengan penilaian banyak orang. Ia yang membuka bengkel berdekatan dengan perkantoran di Banjarbaru ini juga biasa mendapatkan cibiran tentang pekerjaannya.

"Ada saja kadang Ibu-ibu pegawai yang menanyakan saya, apa tidak malu perempuan menjadi tukang tambal ban, tapi saya jawab mau kerja apa lagi," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Kisah Luar Biasa Seorang Ibu yang Sudah Puluhan Tahun Jadi Penambal Ban, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/03/22/kisah-luar-biasa-seorang-ibu-yang-sudah-puluhan-tahun-jadi-penambal-ban?page=all.
Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved