Heboh! Tiba-tiba Plan Internasional Indonesia Ganti Identitas, Jadi Yayasan, Apa Alasannya?
Plan Internasinal Indonesia hari ini telah berubah identitas alias nama menjadi Yayasan, Yayasan Plan Internaisonal Indonesia.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ingat Plan Internasional Indonesia? Hari Ini, Rabu (21/3/2018), di beberapa kota termasuk di Kupang-NTT, lembaga ini melouncing pergantian namanya menjadi Yayasan, dengan Nama Yayasan Internasional Indonesia.
Secara serentang louncing ini di gelar di Soe, Kabupaten TTS, Lembata, Kabupaten Lembata dan Mbai, Kabupaten Nagekeo.
Perubahan nama ini dilakukan dengan tujuan besar yakni sebagai upaya untuk bisa menjangkau lebih banyak anak terbebas dari kekerasan. Di Kupang, Louncing ini dilakukan di Aston Kupang.
Baca: Sering Tidak Dipercayai Pasangan? Lakukan Hal Ini Agar Bisa Dipercaya!
Baca: Pasangan Itu Butuh Saling Menghormati. Begini Caranya!
Baca: Haram! Mengucapkan Kalimat Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan
Dalam smabutannya, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti diwakili PSO Manager Kupang, Maria Gracea, mengatakan bahwa persoalan perkawinan usia anak seharusnya menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat.
“Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa perkawinan usia anak juga adalah bagian dari kekerasan pada anak,” kata Maria
Menurut Maria, mereka yang menikah pada usia anak tak jarang menerima kekerasan dari pasangannya atau orang sekitar. “Kemudian yang mengalami kekerasan itu kemungkinan melakukan kekerasan lagi kepada orang lain. Ini akan menjadi siklus kekerasan yang sulit dihentikan. Perlu gerakan bersama antara masyarakat, instansi pemerintah, LSM dan anak-anak muda itu sendiri untuk memutus rantai siklus kekerasan itu,” tegas Maria.
Baca: Nah Loh! Bohongi Suami, Selingkuh di Hotel, Perempuan Ini Meninggal tak Wajar, Begini Faktanya
Baca: Pria Ini Ngeliat Ceweknya Selingkuh, Reaksinya Sungguh Tak Terduga!
Baca: Ingin Balas Dendam Karena Diselingkuhi Pacar? Ikuti Cara yang Dilakukan Pria Asal Inggris Ini!
“Dengan bentuk yayasan, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak anak, khususnya anak perempuan, di seluruh Indonesia, bersama pihak-pihak terkait mengatasi masalah kekerasan pada anak, khususnya anak perempuan, sehingga hak-hak anak akan terpenuhi secara maksimal,” ujar Maria.
Dalam acara peresmian Yayasan Plan International Indonesia itu hadir juga Chairman dari International Board - Plan International Inc., Joshua Liswood. “Kami senang bisa menjadi bagian proses transisi Plan International Indonesia menjadi Yayasan International Indonesia, karena kami mendukung sekali dengan harapan akan lebih banyak anak Indonesia yang bisa terakses di wilayah yang lebih luas,” kata Joshua.
Yayasan Plan International Indonesia saat ini bekerja di 7 propinsi dan melaksanakan program MAJU (Mau belajar, Ambil keputusan, Jadi pemimpin, Untuk berhasil) yang merupakan representasi dari 4 pilar program Yayasan Plan International Indonesia yaitu Lead, Learn, Decide dan Thrive.
Baca: 10 Tips LDR Alias Pacaran Jarak Jauh Ini Bisa Bikin Hubunganmu Langgeng Sampai Pernikahan
Baca: Jadi Perempuan Jangan Suka Dandan Berlama-lama. Pesan Menteri Susi Bikin Kamu Tobat!
Baca: Perempuan Jangan Berlibur ke 7 Negara ini, Salah-salah Bisa Jadi Korban Tindak Kekerasan Seksual
Baca: Perempuan Itu Benar-benar Aneh, Coba Baca Fakta Ini dan Anda Pasti Menyetujuinya
Pada acara talkshow tersebut hadir menjadi narasumber antara lain perwakilan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rini Handayani - Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi serta Hannah Al Rashid - aktifis kesetaraan gender yang juga selebriti. Selain itu hadir juga aktifis perempuan muda, Nurul Indriyani dan dua relawan yang merupakan Ketua Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) dari 2 desa di Timor Tengah Selatan (NTT) dan Lombok (NTB).
Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) merupakan organisasi independen berbasis masyarakat/komunitas yang diinisiasi sejak belasan tahun lalu oleh Plan International Indonesia yang mencoba menjawab tantangan terhadap kekerasan pada anak berbasis komunitas/masyarakat.
Acara ini juga dimeriahkan oleh organisasi kaum muda yang diinisasi oleh Plan International Indonesia, yaitu Youth Coalition Girls dan Youth Advisory Panel. Mereka selama ini aktif melakukan berbagai sosialisasi tentang pencegahan kekerasan pada anak yang antara lain upaya pencegahan perkawinan usia anak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/plan_20180321_120206.jpg)