Jadikan Kawasan Hutan Destinasi Wisata, UPT KPH Flotim Identifikasi Spot Potensial

Pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Flores Timur (Flotim) selama ini belum merambah potensi kawasan hutan.

Jadikan Kawasan Hutan Destinasi Wisata, UPT KPH Flotim Identifikasi Spot Potensial
ISTIMEWA
Servulus Satel Demoor, S.Hut

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Flores Timur (Flotim) selama ini belum merambah potensi kawasan hutan.

Padahal beberapa spot kawasan hutan, seperti Gunung Lewotobi, Hutan Riangkemie, Air Terjun Boru Kedang, dan Savana Lamanabi memiliki daya tarik tersendiri.

Baca: Ganti Beras Rusak, Bulog Maumere Penuhi Janji ke Desa Kokowahor

Servulus Satel Demoor, S.Hut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Flores Timur, kepada Pos- Kupang.com, Rabu (21/3/2018), mengatakan, spot itu telah diidentifikasi.

"Beberapa spot kawasan hutan itu kita ingin jadikan sebagai tempat wisata, wisata berbasis lingkungan atau ekowisata," kata Servulus, didampingi Kasi Perlindungan, Konservasi SDA, Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat, Purin Aran Petrus, S.Hut.

Baca: Dukung Pengembangan Garam, Masyarakat Solor Siapkan 1.500 Hektar Lahan

Selain air terjun, savana, dalam kawasan hutan di Solor Selatan terdapat sebuah warisan budaya yang unik, yakni rumah adat dalam kawasan hutan.

"Kita ingin kawasan hutan ini memberi dampak ekonomi bagi masyarakat dan juga pemasukan bagi pemerintah," kata Servulus.

Servulus mengatakan, ekowisata menekankan aspek konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, ekonomi masyarakat, pembelajaran dan pendidikan.

"Pengelolaan bisa kerja sama dengan Pariwisata atau dengan masyarakat. Kerja sama bersama masyarakat yang bagus dengan pola kemitraan kehutanan," kata Servulus.

Servulus menyebut beberapa keberhasilan pengelolaan kawasan hutan di Flores yang menjadi destinasi unggulan.

"Misalnya Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Kelimutu yang dikelola oleh UPT pusat. Pengelolaannya langsung dari pusat," kata Servulus.

Dengan nada optimis meski dalam segala keterbatasan, Servulus yakin pemanfaatan beberapa spot kawasan hutan tersebut akan menarik banyak manfaat ekonomis dan ekologis. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved