Bupati Sunur Bilang, Labuan Bajo Tak Berdampak bagi Pariwisata Lembata

Labuan Bajo yang merupakan destinasi pariwisata terpopuler di NTT tak membawa dampak apa-apa bagi perkembangan pariwisata Kabupaten Lembata.

POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, saat bersama Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Labuan Bajo yang merupakan destinasi pariwisata terpopuler di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tak membawa dampak apa-apa bagi perkembangan pariwisata Kabupaten Lembata.

Pariwisata Labuan Bajo hanya membawa kemajuan pariwisata di daerah tersebut dan sekitarnya. Sedangkan Lembata tak merasakan apapun kue dari sektor pariwisata yang telah mencuatkan nama NTT tersebut.

Baca: Ketua DPRD Lembata Kritik Kinerja Bupati Sunur

Namun eksistensi Labuan Bajo harus ditarik untuk kepentingan Lembata. Kekayaan pariwisata di kota itu setidaknya perlu dimanfaatkan untuk Kabupaten Lembata. Salah satu kiat yang dilakukan, yaitu menjadikan Labuan Bajo sebagai pintu gerbang pariwisata Lembata.

Baca: Bupati Sunur Ungkapkan Hal Mengejutkan Saat Musrenbang Lembata, Apa Ya?

Sama halnya dengan keberadaan Kota Kupang dan Atambua, Ibukota Kabupaten Belu. Baik Kota Kupang maupun Atambua, katanya, harus dijadikan sebagai hub (pusat) untuk kepentingan pariwisata Lembata.

Hal ini disampaikan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, di Lewoleba, Rabu (21/3/2018). "Mengharapkan timbulnya dampak langsung dari keberadaan kota-kota itu terhadap Lembata, itu sangat evolutif sifatnya. Jadi kita perlu mengubah pola pendekatan kepariwisataan Lembata kepada pihak luar," ujarnya.

Menurut dia, kota-kota yang strategis tersebut harus menjadi hub bagi pariwisata Lembata. Kota-kota itu harus menjadi pintu gerbang bagi wisatawan untuk datang ke Lembata.

"Itu artinya kita harus lebih optimal mempromosikan kekayaan pariwisata daerah ini kepada wisatawan," ujar Sunur.

Ia mengatakan, di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, tak ada kabupaten selain Lembata yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector pembangunan daerah dan masyarakat. Karena itu, selain potensi pariwisata terus dipromosikan, secara internal masyarakat juga harus siapkan diri.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, katanya, berkewajiban menata akses yang menghubungkan daerah-daerah tujuan wisata plus membangun fasilitas yang tentunya dibutuhkan wisatawan.

Pulau Awololong atau biasa disebut pulau siput, lanjut Bupati Sunur, mulai tahun 2018 ini akan dibangun kolam apung. Kolam apung itu mungkin menjadi satu-satunya di Nusa Tenggara Timur. Dan, ada pengusaha yang sudah siap mengirimkan bananaboat atau lainnya untuk kolam apung ini.

"Jadi saya dan Wakil Bupati, Thomas Ola Langoday, telah merencanakan banyak hal untuk memajukan Lembata melalui sektor pariwisata. Untuk itu kami butuh dukungan dan restu masyarakat akan hal ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved