Soekmana Bilang Jangan Buat Aturan Terlalu Banyak. Ini Alasannya

Mantan pejabat Bappenas, Soekmana Soma, mengatakan, telah menyampaikan kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, tentang banyak hal soal aturan.

Soekmana Bilang Jangan Buat Aturan Terlalu Banyak. Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Mantan pejabat Bappenas, Soekmana Soma, saat menjadi pembicara dalam seminar tentang Pembangunan Infrastruktur dan Peradaban, di Hotel Palm Lewoleba, Kamis (15/3/2018) 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Mantan pejabat Bappenas, Soekmana Soma, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, tentang banyak hal soal aturan di daerah ini.

"Saya sudah sampaikan kepada Bapak Bupati tentang bagaimana menegakkan aturan agar ditaati oleh seluruh masyarakat. Saya minta agar pemerintah daerah ini jangan buatkan aturan terlalu banyak. Sebab semakin banyak aturan, semakin banyak pula aturan yang tidak dilaksanakan."

Baca: 100 PAUD di Kabupaten Kupang Dapat Alat Permainan Edukatif

Dikatakannya, di Singapura, aturan yang dilahirkan pemerintah setempat tidaklah banyak. Tapi semua aturan tersebut dilaksanakan dan wajib ditaati oleh semua orang, baik itu warga negara setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut.

Baca: Begini Cara Warga Rayon 3 Penfui Timur Menyemarakkan Paskah

Itu berarti aturan yang dibuatkan tersebut sangat efektif. Sebab ditaati oleh semua orang. Dia mengatakan, aturan itu mengatur sikap dan perilaku setiap orang dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bila setiap orang menaati aturan, maka aturan itu pula yang akan melindung orang tersebut. Misalnya, bila aturan mengatur tidak boleh ada korupsi, maka semua orang harus menaati hal itu. Bila ini dilanggar atau diabaikan, maka aturan itu pula yang akan menggilasnya.

"Makanya, saya berharap kepada pemerintah di Kabupaten Lembata agar jangan membuat aturan terlalu banyak untuk masyarakat daerah ini. Soalnya, sudah banyak aturan yang tidak dilaksanakan di daerah ini," ujarnya.

Dikatakannya, mencontohi negara Singapura, bukan berarti pihaknya ingin agar Lembata dibangun persis seperti negara tersebut. Yang diinginkan adalah bila Lembata terus berkonsentransi untuk membangun secara baik daerah ini, membuat aturan juga secara baik, maka daerah ini pasti akan mengalami kemajuan seperti yang diharapkan bersama. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved