Perawat Gugat Kebijakan Pemerintah Mengapa Ada Bidan di Desa Tapi Perawat Tidak?

Kalau pemerintah bisa memberikan kesempatan kepada bidan untuk bekerja di desa desa, mengapa perawat tidak?

Perawat Gugat Kebijakan Pemerintah Mengapa Ada Bidan di Desa Tapi Perawat Tidak?
pos kupang/com/frans krowin
Ketua DPD PPNI Kabupaten Lembata, Maria Dolorosa Tuto bersama Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday (tengah) dan Ketua DPW PPNI NTT, Aemilianus Mau (kanan) saat pembukaan seminar di Aula Kopdit Ankara Lembata, Sabtu (10/3/2018). 

Agar tujuan tersebut bisa dicapai, ungkap Maria, maka perawat hendaknya diikutsertakan. Perawat harus dilibatkan, sehingga sama-sama menyukseskan Good Pagi.

Baca: Dana Rp 3,8 Miliar untuk Ruas Jalan Benteng Jawa-Necak

Maria juga menyebutkan, Good Pagi merupakan salah satu program primadona di Lembata. Melalui program ini, akan tercipta interaksi yang baik, yang intensif antara petugas kesehatan dengan masyarakat.

Petugas kesehatan akan selalu melakukan home visit atau kunjungan ke rumah-rumah penduduk. Dalam kunjungan itu akan diketahui banyak hal tentang keberadaan masyarakat.

Yang sakit, misalnya, akan langsung diberikan pelayanan kesehatan. Dan, para petugas juga akan langsung mengetahui kesehatan lingkungan masyarakat.

"Perawat bisa periksa MCK, bisa tahu kondisi rumah warga, bisa tahu pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat," ujarnya.

Untuk hal semacam itu, ungkap Maria, para perawat sangat memahaminya. Untuk itu, ada baiknya pemerintah selain merekrut bidan untuk bekerja di desa-desa, tetapi juga merekrut perawat. Bila perawat dan bidan ada di desa, maka pelayanan kesehatan akan dilakukan lebih maksimal. (*)

Tags
perawat
Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved