Sabtu, 2 Mei 2026

Kepala Daerah Ini Ditangkap dan Dipasung Warganya, Dianggap Berkinerja Buruk

Warga memasung wali kota mereka, Javier Delgado, sebagai tanda bahwa mereka tidak puas dengan kinerjanya.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Oddity Central/Radio
Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado, dipasung selama satu jam setelah dia dianggap berbohong, warga merasa tidak puas akan kinerjanya (25/2/2018). 

POS-KUPANG.COM - Biasanya, jika ada pemimpin daerah yang dianggap tidak bekerja dengan baik, jangan harap rakyat bakal kembali memilihnya.

Namun, di San Buenaventura, sebuah kota kecil di utara Bolivia, masyarakatnya memberlakukan sebuah hukuman yang disebut " keadilan sosial".

Diberitakan Oddity Central Selasa (6/3/2018), warganya memasung wali kota mereka, Javier Delgado, sebagai tanda bahwa mereka tidak puas dengan kinerjanya.

Baca: BREAKING NEWS: Puting Beliung Terjang Oesapa dan Lasiana, Puluhan Rumah Rusak

Delgado bercerita, pada 25 Februari lalu, awalnya dia datang untuk meresmikan sebuah jembatan yang dibangun menggunakan pajak rakyatnya.

Namun, ketika sampai di lokasi, dia sudah disambut oleh warga yang tidak bermaksud menghadiri peresmian tersebut.

Delgado kemudian ditangkap, dan kakinya langsung ditempatkan di pasungan selama satu jam dengan dikelilingi oleh warga yang marah.

Baca: BREAKING NEWS: Ancam Bom Transmart Kupang, Polisi Tangkap Oknum Mahasiswa

Baca: Oknum Mahasiswa Mengaku Iseng Ingin Taruh Bom di Transmart Kupang

Daniel Salvador, seorang warga San Buenaventura berkata, Delgado dihukum karena tidak memenuhi janjinya dan berbohong.

"Selain itu, dia juga tidak mendengarkan permintaan warga yang menginginkan audiensi," kata Salvador dilansir Radio Fides.

Delgado berusaha menghadapi warga dengan tenang. Sebab, aksi perlawanan sekecil apapun dapat semakin memanaskan situasi.

"Setelah saya diberi kesempatan untuk menjelaskan, warga meminta maaf kepada saya setelah mereka diperdaya oleh 'orang ini'," kata Delgado kepada La Razon.

Baca: Tuding Terima Rp 500 Juta dari Transmart, DPRD Kota Kupang Polisikan Rudyanto Tonubesi

Baca: Rudyanto Tonubesi Siap Hadapi Laporan DPRD Kota Kupang

"Orang ini" yang dimaksud oleh Delgado merupakan musuh politiknya dari kalangan pengusaha lokal.

Mereka berusaha menggagalkan jembatan yang membutuhkan masa pembangunan dua tahun tersebut.

Delgado mengklaim, warga itu berada dalam genggaman pengusaha angkutan sungai, atau penebangan kayu yang kepentingannya telah terpengaruh oleh berbagai kebijakan yang dia buat.

Ini merupakan hukuman ditempatkan di pasungan ketiga yang diterima Delgado selama 2,5 tahun dia menjabat. Yang pertama terjadi ketika dia baru beberapa bulan menjabat.

Sementara yang kedua dilakukan oleh warga yang menguasai kantornya.

Baca: Daniel Mananta Sudah Tahu Kontestan Juara Indonesian Idol 2018, Siapa ya?

Baca: Ramalan Roy Kiyoshi Soal Indonesia yang Mulai Terbukti

"Saya merupakan segelintir orang yang pernah merasakan hukuman tradisional ini. Jujur saja, saya tidak tahu mengapa diperlakukan demikian," kata Delgado.

Masyarakat di San Buenaventura memakai "keadilan sosial" jika pemimpinnya melanggar salah satu dari tiga prinsip dasar.

Yakni, Ama Qhuilla, Ama Illulla, dan Ama Suwa (Jangan Malas, Jangan Berbohong, dan Jangan Menjadi Pencuri).

Penggunaan pasung sebagai keadilan sosial dimasukkan dalam konstitusi negara pada 2009.

Namun, warga boleh memakainya hanya untuk kasus-kasus kecil. Untuk kasus yang besar, warga harus tetap menyerahkannya kepada polisi dan insititusi pengadilan.(Ardi Priyatno Utomo)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Wali Kota Ini Dipasung setelah Dianggap Tidak Bekerja dengan Baik

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved