Breaking News:

Mabukan Usai Pulang Pesta Lalu Mencaci Maki Warga, Ferdinandus Dikeroyok Hingga Bibir Pecah

Ferdinandus yang dalam kondisi mabuk berat saat sampai di depan rumahnya di Ngencung berteriak di jalan raya serta mencaci maki

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
istimewa
Suasana mediasi kasus penggeroyokan dan penganiayaan yang menimpa Ferdinandus Beo,warga Kelurahan Bangka Nekang yang berlangsung di Polres Manggarai,Selasa (6/3/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM|RUTENG--Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu,Kecamatan.Langke Rembong Kabupaten
Manggarai, Bripka Andi Darma,Selasa (6/3/2018) pagi melakukan mediasi kasus pengeroyokan disertai penganiayaan terhadap saudara Ferdinandus Beo (37) di Mapolres Manggarai,Selasa (6/3/2018) pagi.

Ferdinandus, warga Ngencung, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong yang dikeroyok dan dianiaya warga secara beramai-ramai,Selasa (6/3/2018) pukul 03.00 wita.

"Ferdinandus dikeroyok dan dianiaya warga secara beramai-ramai karena ulahnya mabuk usai pulang dari pesta di Lempe, Kelurahan Pau. Ferdinandus yang dalam kondisi mabuk berat saat sampai di depan rumahnya di Ngencung berteriak di jalan raya serta mencaci maki warga di sekitar rumahnya.

Aksi Ferdinandus tidak diterima warga.

Apalagi mengganggu ketenangan warga yang sedang tidur.Warga pun bangun dan berusaha menenangkan korban akan tetapi korban terus berteriak sambil memaki warga dan juga mengeluarkan kata-kata ancaman kepada warga,"ujar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian,SIK melalui Bhabinkamtibmams Nekang,Bripka Andi kepada Pos Kupang di Ruteng,Selasa (6/3/2018) siang.

Baca: Fuso Tabrak Pohon Asam, Jalan Menuju Bipolo Tertutup

Baca: Bebaskan Lahan Bendungan Napung Gete, Pemerintah Sikka Cari Tambahan Rp 44 Miliar

Ulah Ferdinandus, papar Andi, membuat warga akhirnya emosi dan kemudian secara beramai ramai mengeroyok serta menganiaya korban yang mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bibir sebelah bawah.

"Korban akhirnya di amankan oleh piket SPKT Polres Manggarai dan setelah sadar dari mabuknya korban pun ingin masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.Maka itu saya selaku petugas bhabinkamtibmas mengumpulkan beberapa orang warga RT.010/002,Kelurahan Bangka Nekang untuk datang di ruangan piket SPKT Polres Manggarai guna melakukan acara perdamaian,"ujar Andi.

Dalam mediasi tersebut, jelas Andi, ada beberapa hal antara lain yang disepakati yakni pertama, korban Berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya yaitu mabuk-mabukan dan membuat keributan di sekitar tempat tinggalnya.

Kedua, petugas meminta agar apabila ada persoalan warga tidak main hakim sendiri tetapi menghubungi petugas kepolisian terdekat.

Dan, ketiga,kesepakatan tersebut di buat dalam satu surat pernyataan.

"Mediasi berjalan dengan lancar dan semua pihak menerima saran serta himbauan kamtibmas dari petugas kepolisian bersama-sama Babinsa Watu dan staf kelurahan.Watu serta perwakilan warga yang hadir sekitar 15 Orang bersama Ketua RT.010," tutur Andi.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved