Kontraktor Tinggalkan Proyek Kantor Bupati Sikka Rp 29 Miliar Tanpa Pamit

Tommy menyarankan wartawan menanyakan langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Metsen.

Kontraktor Tinggalkan Proyek Kantor Bupati Sikka Rp 29 Miliar Tanpa Pamit
POS KUPANG/EUGENIUS MO'A
Proyek Gedung Kantor Bupati Sikka yang tidak rampung di Jalan El Tari Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (6/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sikka akhirnya membeberkan perilaku kontraktor pembangunan Gedung Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Kota Maumere, Pulau Flores. Proyek Manajer PT Palapa Kupang Sentosa, ternyata diam-diam meninggalkan proyek tanpa pamit.

"Bagaimana mau diperpanjang jangka waktu pekerjaan. Dia (kontraktor) sudah kasih tinggalkan pekerjaan. Tidak pernah melapor kepada kami," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sikka, Tommy Lameng, kepada wartawan, Selasa (6/3./2018) di Maumere.

Baca: Mabukan Usai Pulang Pesta Lalu Mencaci Maki Warga, Ferdinandus Dikeroyok Hingga Bibir Pecah

Tommy belum mengetahui detail masalah, sehingga kontraktor tinggalkan proyek yang belum rampung. Tommy menyarankan wartawan menanyakan langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Metsen.

Tommy menjelaskan, proyek multi years (tahun jamak) dimulai bulan Oktober 2017 dan berakhir 28 Desember 2018 senilai Rp 29 miliar. Namun, sampai jangka waktu proyek berakhir, kontraktor tidak mampu merampungkan pekerjaan.

Rekanan mengajukan tambahan waktu 50 hari. Permintaan tambahan waktu berlaku mulai berlaku 29 Desember 2017 sampai 16 Februari 2018. Selama jangka waktu itu, kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Dia meninggalkan pekerjaan tanpa pemberitahuan kepada pemerintah daerah.

"Tambahan waktu itu sudah sesuai nota kesepahaman yang diketahui DPRD Sikka. Untuk proyek multiyears dari dana APBD harus dengan persetujaun DPRD," kata Tommy.

"Ini perpanjangan di atas perpanjangan lagi. DPRD tidak bisa kasih lagi. Rapat Minggu lalu dengan pimpinan DPRD, pimpinan fraksi dan pemerintah daerah tidak ada lagi perpanjangan waktu," tegas Tommy.

Tommy mengakui tidak selesainya proyek Kantor Bupati Sikka ini menjadi pembicaraan publik. Pengerjaannya dengan tahun jamak dan telah diperpanjang sekali juga tidak bisa selesai.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD Sikka, Donatus David, S.H, Selasa siang menegaskan sikap DPRD tidak memberikan perpanjangan waktu. Dewan mendesak pemerintah segera mengaudit proyek itu.

"Tidak ada perpanjangan waktu. Proyek ini dikerjakan multiyears, dikasih tambahan waktu lagi tetap juga tidak selesai. Sekarang mau minta tambahan waktu lagi," tanya David.(*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved