6 Cara Unik Menghormati Mayat yang Bikin Merinding

Umumnya, kita mengenal, setiap mereka yang meninggal akan dikubur atau dikremasi hingga diawetkan jadi mumi.

6 Cara Unik Menghormati Mayat yang Bikin Merinding
Facebook/Dody Tomboan
Warga berfoto dengan mayat di Pangala, Toraja Utara. 

Ritual ini diawali dengan membersihkan jasad leluhur yang sudah berusia ratusan tahun, kemudian melepas pakaian lama dan diganti dengan pakaian baru.

Badan mayat dibersihkan dengan menggunakan kuas.

Setelah itu, jenazah dipakaikan baju baru, mayat pria memakai jas lengkap dengan setelan dasi hingga kacamata.

Sebelumnya, tetua adat akan membacakan doa dalam bahasa Toraja kuno sebelum membuka pintu kuburan.

Prosesi mengganti pakaian jasad membutuhkan waktu sekitar 30 menit dilanjutkan makan bersama.

Masih seputar ritual, tepatnya di Pangala Toraja Utara, sebelum jasad dikuburkan kembali, masyarakat boleh berfoto.

Bukannya takut, mereka malah senang dapat selfie-groufie dengan mayat itu.

5. Suku Malagasi, Madagaskar

Ritual pemakaman jenazah Suku Malagasi
Ritual pemakaman jenazah Suku Malagasi (thecrowdedplanet.com)

Rtual Famadhina yang dilakukan untuk menghormati orang yang sudah meninggal di negara ini malah jadi tontonan para turis.

Pasalnya, warga suku ini akan berpesta dan menari-nari dengan iringan musik di sekitar jasad dengan suasana lebih mirip pasar.

Sebelumnya, kuburan orang itu akan digali dan diambil tulangnya, diikat menggunakan tali lantas dibungkus menggunakan kain sutra.

Mayat diangkat oleh beberapa orang dan diajak berdanasa dengan alunan lagu yang ceria.

Bagi suku Malagasi, ritual ini merupakan perwujudan kasih sayang mereka terhadap leluhur dan dilakukan setiap tujuh tahun.

6. China

Menikah dengan mayat
Menikah dengan mayat (net)

Di China banyak sekali kasus orang-orang yang mencuri mayat untuk dijual kepada keluarga yang ingn menikahi anaknya.

Jadi, anak dari keluarga yang belum menikah, dinikahi dengan mayat.

Anehnya lagi, mayat-mayat itu diperjualbelikan secara gelap dengan harga yang sangat tinggi.(Sri Juliati)

Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved